Disangka Vitamin, Kiai dan Santri Ditipu untuk Konsumsi Narkoba

KONFRONTASI-Terkait pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso bahwa ada santri dan kiai yang menggunakan ekstasi sebelum berzikir, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ikut angkat bicara. Khofifah membenarkan pernyataan Budi dan menjelaskan bahwa itu bukan hal baru.

"(Narkoba) sudah masuk (pesantren). Aku sudah bilang 10 tahun lalu. Dianggap aku lebay (berlebihan, red.), mana ada. Mungkin karena aku Ketua Muslimat (NU) dianggap cuma bisa tahlil," katanya, di Surabaya, Minggu (13/3/2016).

Menurut Khofifah, narkoba bisa masuk ke pesantren bukan karena niat pengasuhnya untuk menggunakan zat terlarang tersebut. 

"Sekarang itu modusnya dia (pengedar narkoba) mengatakan, ini lho vitamin yang bikin zikir tambah lama, tambah khusyuk. Terus dikonsumsilah itu, dan betul tambah khusyuk," katanya.

"Mereka bukan nge-drug tetapi mereka ditipu karena ini katanya vitamin, tahunya bikin addict (kecanduan)."

Khofifah yang juga tumbuh di pesantren mengaku sudah berkomunikasi dengan para koleganya untuk menjaga agar modus semacam ini tak lagi memakan korban. Dia berharap kalangan pesantren lebih mawas diri terhadap segala upaya licik pengedar narkoba untuk memperdayai korbannya.

Pada Jumat, 11 Maret, Budi Waseso menyatakan BNN menemukan ada santri yang menggunakan narkoba di sebuah pesantren di Jawa Timur. "Kami segera ambil langkah dan dari pesantren juga sudah ambil langkah untuk menindaklanjuti para santri yang terlibat atau terkontaminasi (narkoba) untuk segera direhabilitasi," kata Budi.[mr/mtv]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...