23 August 2019

Dilema Nama Lahir, Ribuan ‘Isis’ Amerika Boikot ISIS

Konfrontasi - Gerakan ISIS di Irak dan Suriah membawa nasib sial bagi gadis asal Florida, Amerika Serikat. Nama ISIS menjadi sebuah tragedi bagi sang gadis yang terlahir dengan nama lengkap Isis Martinez. Isis mengaku dirinya sangat terganggu karena banyak orang yang menggunjingkan namanya terkait dengan gerakan terlarang di Timur Tengah ini.

Isis pun menuntut media untuk memakai istilah atau singkatan lain dalam pemberitaan seputar kejahatan ISIS. Dia membuat petisi berisi permohonan pemakaian istilah ISIL. Tindakan ini merupakan bagian kampanye tentang pemakaian ISIL pada 23 Agustus silam dengan 352 anggota warga AS.

"Saya tidak bisa duduk begitu saja dan membiarkan hal tersebut terjadi," jelas Martinez, Minggu (14/9).

Isis mengatakan kehidupan pribadinya menjadi tidak nyaman karena warga lingkungannya selalu menggunjingkan Isis dan keluarganya mengenai gerakan militan pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi di Irak. Isis menegaskan awak media bertindak ceroboh karena tidak meneladani tindakan Presiden Barack Obama yang memilih istilah ISIL. Isis mengaku protes serupa telah didukung oleh ribuan wanita AS yang memiliki nama depan sama dengan dirinya.

"Orang-orang merasa ketakutan," lanjutnya.

Isis dan ribuan wanita lainnya pun menolak untuk memakai nama tengah karena tidak ingin kehilangan identitas. Oleh karena itu, mereka menuntut media di AS supaya lebih bijak dan menghargai privasi warga agar tidak terisolir dalam kehidupan sosial.

"Jika saya menggunakan nama pendek atau tengah saya, Theresa, maka itu berarti sama saja membiarkan para teroris itu menang," tegas Isis.

Perlu dicatat, para ibu memberi nama anak mereka dengan Isis karena berharap buah hatinya mendapat anugerah dari Dewi kesehatan milik orang Mesir kuno.

 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...