Demi Lunasi Hutang di RS, Driver Ojol di Palembang Rela Jual Ginjal

Konfrontasi - Seorang pengemudi ojek online di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menjual ginjalnya di media sosial. Hal ini terpaksa dilakukan untuk melunasi utang biaya rumah sakit.

M Rico Andrian (23) harus melunasi utang rumah sakit sebesar Rp23 juta. Sebelumnya, dia terpaksa dirawat lantaran patah tulang pada kaki kiri akibat kecelakaan.

Kini, Rico menjalani rawat jalan di rumah yang terletak di Jalan Madang Lorong Damai 1, RT 24 RW 08, Kelurahan Sekip Jaya, Kemunging, Palembang. Pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online membuatnya putus asa dapat melunasi utang biaya rumah sakit.

Di media sosial Instagram dengan akun @andrianmrico, Rico memposting jual ginjal pada Kamis (27/2/2020). Postingan tersebut per Minggu (1/3/2020), sudah mendapat 273 likes.

Postingan Rico di media sosial sontak menjadi viral dan menuai beragam komentar dari netizen. Beberapa netizen bahkan mengadukan nasib Rico ke beberapa artis seperti Baim Wong, Ria Ricis, Dedy Corbuzier dan beberapa tokoh masyarakat lain.

Dalam postingan Rico pada Sabtu (29/2/2020), dia mengatakan bisa keluar dari rumah sakit dengan jaminan STNK, KTP dan uang Rp1 juta. Oleh rumah sakit, dia diberi jangka waktu sepekan untuk melunasi utang sebesar Rp21.892.837.

Selain itu hari ini, Minggu (1/3/2020), istri Rico tengah menuju rumah sakit untuk meminta keringanan biaya.

“Bagi kami, uang sebesar itu, mustahil kami bisa bayar. Keluarga yang lain juga kurang mampu,” katanya, Minggu (1/3/2020).

Rico mengaku penghasilan dari menjadi pengemudi ojek online berkisar Rp50.000 per hari. Sedangkan saat ini, dia tidak bisa bekerja lantaran kakinya yang patah.

Ibu Rico, Sutarmini juga tidak dapat berbuat banyak. Keluarga tidak ada yang dapat membantu, sementara di rumah juga tidak ada harta yang bisa dijual.

“Bukan sedih lagi, sudah kering air mata sama juga dengan keluarga, kalau harta apa yang mau dijual. Saya berharap diberikan kesembuhan dan jangan sampai jual ginjal karena nanti tidak bisa kerja lagi,” katanya.

Hingga kini, belum ada bantuan dari pemerintah setempat untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Rico. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...