22 July 2018

Dalam Satu Bulan Ramadhan ini Jalur Pendakian Ciremai via Palutungan Ditutup

KONFRONTASI -  Jalur pendakian Gunung Ciremai melalui Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Ciugur, Kabupaten Kuningan, selama bulan puasa ramadan 1439 Hijriyah ditutup total untuk aktivitas pendakian. Penutupan sementara satu dari empat jalur pendakian menuju puncak gunung berapi tertinggi di Jawa Barat itu dilakukan atas keputusan Pengelola Pendakian Gunung Ciremai dan Ranger Jalur Palutungan.

Ketua PPGC Jalur Palutungan Endun Abdullah didampingi salah satu anggotanya Sandi Baron, menyebutkan penutupan jalur Palutungan diberlakukan selama sebulan penuh muai tanggal 17 Mei hingga 17 Juni 2018. “Selama itu, PPGC Palutungan tidak akan membuka layanan pendakian Ciremai. Pos tiket pendakian tutup, tidak ada penjualan tiket,” kata Sandi kepada “PR”, Rabu, 16 Mei 2018.

Untuk mencegah pendaki masuk Jalur Palutungan,personel ranger akan piket bergiliran untuk mengawasi dan mencegah pendaki masuk jalur tersebut. Pengawasan dilakukan di sejumlah titik pintu masuk jalur Palutungan.

“Jika dalam masa penutupan jalur ada pendaki lolos dari pengawasan kami, dan memaksakan diri memasuki jalur Palutungan, berarti itu pendaki ilegal. Dan, jika mengalami musibah atau masalah kepada yang bersangkutan, itu di luar tanggung jawab kami. Risikonya tanggung sendiri,” ujarnya.

Endun dan Sandi menyebutkan, ada beberapa alasan penutupan jalur Palutungan dilakukan. Di antaranya,  karena personel PPGC dan Ranger di bulan puasa sengaja ingin meliburkan diri dari urusan pelayanan pendaki.

Selain itu juga demi pemulihan habitat Ciremai di sepanjang jalur pendakian.  “Paling tidak selama satu bulan, berbagai satwa yang biasa berkeliaran di sekitar jalur Palutungan bisa leluasa berkeliaran dan beraktivitas tanpa terganggu kehadiran manusia,” ujar Sandi.

Dia menambahkan, keputusan PPGC Palutungan menutup jalur Palutungan untuk pendakian Ciremai selama satu bulan ke depan, sudah dilaporkan resmi kepada Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

 

Pengelolaan oleh lokal

Dimintai keterangan mengenai hal itu, Kepala Balai TNGC Kuswandono didampingi Humas BTNGC Agus Yudantara, menyebutkan penutupan jalur pendakian itu bersifat lokal diputuskan dan diberlakukan PPGC Palutungan. Agus mengungkapkan, pengelolaan jalur dan pelayanan pendaki Gunung Ciremai selama ini memang diberikan BTNGC kepada kelompok pengelola masing-masing jalur pendakian.

“Untuk bulan puasa Ramadan, BTNGC secara resmi tidak melakukan penutupan jalur-jalur pendakian Ciremai. Namun, bila pengelola jalurnya  melakukan itu, seperti halnya PPGC  Palutungan, ya itu harus dipatuhi juga oleh pendaki,” ujarnya.

Dia menyebutkan, surat pemberitahuan penutupan jalur Palutungan dari PPGC Palutungan sudah diterima oleh pihak BTNGC.

Selain jalur Palutungan, Agus menjelaskan, pengelola tiga jalur pendakian Ciremai lainnya sejauh ini belum diketahui apakah akan melakukan hal yang sama, atau tetap membuka layanan pendakian.

“Sementara ini yang kami ketahui, yang akan menutup pelayanan pendakian Ciremai selama bulan puasa Ramadan ini hanya PPGC jalur Palutungan. Suratnya juga sudah masuk. Sementara yang lainnya belum ada laporan. Mungkin yang lainnya tetap buka,” ujarnya.

Puncak Gunung Ciremai berketinggian sekitar 3.078 meter di atas pemukaan laut, selama ini bisa dijangkau pendaki melalui empat jalur pendakian. Jalur Palutngan di Kecamatan Cigugur,  jalur Linggajati di Desa Linggajati dan jalur Linggasana di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kunigan. Satu lagi jalur Apuy di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Category: 
Loading...