18 January 2020

BNPT Minta Pemerintah Cabut Kewarganegaraan Pendukung ISIS

KONFRONTASI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menyatakan penyebaran  paham radikal Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syam/ISIS) di beberapa daerah di Indonesia terutama di daerah-daerah yang menjadi 'kantong teroris' atau daerah di mana sebelumnya ada penangkapan teroris, atau daerah di mana teroris yang kini telah ditangkap berasal.

Guna menghentikan penyebaran paham radikal tersebut, Ansyaad menilai pemerintah perlu bertindak tegas dengan mencabut kewarganegaraan orang yang telah jelas mendukung atau bahkan mendeklarasikan bahwa diri sebagai bagian dari ISIS.

"Pilihannya ada pada kita. Mau langsung bertindak tegas, atau mau persuasif dulu? Tapi saya katakan, yang pertama harus kita lakukan adalah cabut kewarganegaraannya," ujarnya dalam acara diskusi Foreign Policy Community of Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, hari ini, Senin, 25 Agustus 2014.

Wacana pencabutan kewarganegaraan ini, sebenarnya telah diatur secara jelas dalam undang-undang. Pasal 23 F dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia menyebutkan: Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan secara suka rela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

Selain penghapusan kewarganegaraan, Ansyaad juga menyebutkan bahwa pemerintah perlu merancang sebuah undang-undang baru yang bertujuan untuk melindungi ideologi bangsa. Tindakan penguatan terhadap Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme juga dinilai penting untuk mempertegas payung hukum kegiatan pencegahan penyebaran paham ISIS di Tanah Air.

"Kriminalisasi propaganda yang mengarah pada kebencian dan menyebarkan permusuhan, kriminalisasi warga yang melakukan pelatihan militer baik di dalam maupun luar negeri namun bukan dari instansi yang berwenang, perberat ancaman hukuman bagi yang melakukan tindakan terorisme, serta realisasikan wacana asset freezing. Itu yang harus diperkuat untuk menangkal ISIS," ucapnya.[ian/vv]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...