BNN Grebek Acara Pentas Seni Mahasiswa-Mahasiswi IKJ di Puncak

Foto Ilustrasi

Konfrontasi - Badan Narkotika Nasional menggerebek acara pentas seni mahasiswa Institut Kesenian Jakarta di sebuah di Desa Cikopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Ahad (20/9/2015) dinihari.

Dalam operasi ini, petugas mengamankan 18 mahasiswa karena positif menggunakan narkotika. Selain itu, BNN menemukan barang bukti sejumlah paket ganja kering dan lintingan ganja bekas dihisap.


Baca Juga: Mahasiswa IKJ Digerebek BNN, Rektorat Belum Tahu


Kepala BNN Kabupaten Bogor Nugraha Setya Budhi mengatakan, sebanyak 108 mahasiswa yang ada di vila dites urine. Hasilnya, sebanyak 18 orang dinyatakan positif. BNN akan merehabilitasi 12 orang mahasiswa karena terbukti sebagai pengguna. "Enam orang ditahan untuk dilakukan pendalaman karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis ganja," kata Budhi di lokasi penggerebekan. 

Budhi mengatakan, mahasiswa yang positif mengkonsumsi narkotika 15 orang pria dan 3 lainnya wanita. Khusus untuk 6 mahasiswa, petugas akan melakukan penggeladahan di rumahnya masing-masing. 

Dalam penggerebekan, BNN Propinsi Jabar mengamankan juga seorang komedian yang menjadi pembawa acara di kegiatan tersebut. "Hasil urinenya positif."

Penggerebekan melibatkan personil gabungan dari BNN pusat, BNN Propinsi Jawa Barat, BNN Kabupaten Bogor dibantu Polisi Militer dan Polsek Cisarua. 

BNN yang telah lama mengincar pengedar di kalangan kampus mendapatkan informasi ada pesta narkotika yang melibatkan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Sejumlah petugas diturunkan melakukan pengintaian di seputar vila di Desa Cikopo, Cisarua, Puncak. Para mahasiswa sudah berada di vila sejak Jum'at, 18 September 2015. Puluhan petugas BNN melakukan penggerebekan pada malam terakhir acara Pentas Seni Liter 5 Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Kedatangan petugas BNN membuat terkejut para mahasiswa yang berkumpul di halaman vila. Di areal ini dirikan panggung kecil sebagai pusat acara. Petugas menunggu sampai acara berakhir dan meminta semua mahasiswa memasuki bangunan vila untuk dites urine.

Sempat terjadi kegaduhan saat petugas mengeledah barang milik mahasiswa. Bahkan, emosi mahasiswa sempat terpancing dan nyaris terjadi aksi adu jotos dengan petugas. Mahasiswa tidak terima barang miliknya diperiksa. Sejumlah mahasiswa sambil berteriak rusuh sempat memukul-mukul kendaraan milik personil BNN.

Kegaduhan mereda setelah petugas menembakan senjata api ke udara. Kericuhan diawali tudingan mahasiswa bahwa penggerebekan oleh BNN ilegal. Para mahasiswa pasrah dan mengikuti berbagai ketentuan yang diminta BNN setelah pimpinan operasi menunjukan surat tugas resmi.

Hasil penggeladahan di area vila, ditemukan puluhan puntung Ganja sisa pakai, sejumlah paket ganja dalam kemasan plastik, ratusan botol minuman beralkohol, bong alat hisap sabu-sabu, jarum suntik, dan putaw sisa pakai. Petugas juga mendapati banyak mahasiswa sedang teler setelah menenggak miras. 

Puluhan botol minuman beralkohol terlihat berjejer di meja makan yang dipasang depan panggung. Di setiap sudut halaman vila, botol kosong minuman berserakan. Bahkan, di sekeliling panggung, banyak ditemukan puntung ganja sisa pakai."Ini ada juga temuan kondom bekas pakai," ujar seorang petugas saat menyisir tenda-tenda tempat tidur mahasiswa yang mengikuti pentas seni Liter 5 tersebut.

15 orang diantaranya pria dan sisanya wanita. Sementara sang pembawa acara yang kental berlogat sunda, diamankan BNNP lantaran positif menggunakan narkotika. (tmp/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...