3 April 2020

Bandung Dinobatkan sebagai Kota Layak Pemuda

KONFRONTASI - Menpora Imam Nahrawi menobatkan Bandung sebagai Kota Layak Pemuda. Demikian dikatakan Menpora saat menghadiri acara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Award bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil di Ballroom Hotel, Horison, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/12) malam.

Dalam sambutannya, Menpora mengucapkan terima kasih kepada Ridwan Kamil, panitia dan seluruh peserta yang hadir dan menyelenggarakan acara ini.

"Saya secara pribadi sangat bangga dan senang dengan kota Bandung, bahkan saya meneruskan pendidikan di kota ini. Banyak anak muda dari kota ini yang melahirkan gagasan, ide-ide kreatif yang sangat bermanfaat bagi orang banyak," ujarnya.

"Bandung adalah kota yang menggerakkan semangat anak negeri untuk terus berkarya. Konfrensi Asia Afrika sebagai salah satu contoh semangat kemerdekaan lahir dari kota ini. Saya ingin pemuda kota Bandung ikut serta menajdi tonggak perubahan bangsa," tambah politisi PKB yang akrab disapa Cak Imam itu.

Sementara itu Ridwan Kamil dalam sambutannya mengajak kepada pemuda Bandung untuk senantiasa berkarya dan jangan pernah lelah untuk melahirkan kreativitas.

"Saya ingin dari acara ini nanti bisa lahir para pemuda-pemuda Bandung yang bermanfaat. Dari 2,5 juta penduduk Bandung, hampir 60 persen di isi oleh masyarakat yang umurnya di bawah 40 tahun. Dari situ bisa dilihat bahwa pemuda menjadi cermin kota ini. Oleh karena itu tepat bagi kota Bandung dinobatkan oleh Menpora sebagai Kota Layak Pemuda," ujar Ridwan.

Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan, Zainul Munasichin menambahkan, pada Tahun 2016, Kemenpora akan menyiapkan aturan khusus tentang Kota Layak Pemuda sebagai acuan bagi Kota-Kota di Indonesia yang ingin mendapatkan penghargaan Kota Layak Pemuda dari Kemenpora.

Kriteria Kota Layak Pemuda itu, lanjut Zainul, ditentukan oleh sedikitnya empat hal. Yakni ketersediaan sarana dan prasarana pemuda, jumlah organisasi atau komunitas pemuda yang aktif, tingkat pengangguran pemuda, tingkat partisipasi pemuda dalam pengambilan kebijakan dan angka keterlibatan dalam bahaya destruktif seperti narkoba, kekerasan, pergaulan bebas dan HIV/AIDS.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...