Bali Harum Duga Pestisida Cemari Danau Buyan

Konfrontasi - Yayasan Bali Harum menilai penggunaan pestisida untuk pertanian di sekitar Danau Buyan, Desa Pancasari, Buleleng, Bali dapat mencemari air danau di daerah itu.

"Pestisida pertanian akan masuk ke dalam danau ketika hujan turun sehingga mencemari salah satu danau terbesar di Bali tersebut," kata Pembina Yayasan Bali Harum, I Nyoman Tirtawan di Singaraja, Senin (28/12).

Menurut dia, adanya penggunaan pestisida yang dipakai menyemprotkan ketanaman disekitar danau, apalagi diketahui danau adalah sumber air yang mengalir sebagai mata air diberbagai wilayah Bali.

Sampah, kata dia, yang tertimbun di sekitar danau juga dapat mencemari kandungan air danau itu. "Di tambah timbunan sampah plastik dan unsur racun seperti baterai yang tertimbun berpuluh tahun dan ratusan tahun diatas permukaan tanah sekitar danau, akan meracuni.

Dikatakan, semestinya pertanian di sekitar danau menggunakan pupuk organik. Namun hal ini masih belum didukung pemerintah. "Harga hasil pertanian organik di pasaran jauh lebih tinggi daripada yang pakai pestisida, sehingga tidak diminati konsumen, ini yang jadi permasalahan petani. Semestinya pemerintah ciptakan pasar yang dapat mengakomodir pertanian organik," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Buleleng, I Nyoman Surya Temaja mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng memberikan pemahaman petani di sekitar danau untuk menggunakan pupuk organik.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk membina petani. Memang banyak di sekitar danau petani holtikultura sudah kami arahkan agar menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pupuk kimia," ujarnya.

Dikatakan satu di antaranya dengan memberdayakan petani dan nelayan sekitar danau untuk memproduksi pupuk organik. Caranya dengan memanfaatkan eceng gondok yang tersebar di danau untuk dijadikan pupuk kompos.

Dikatakan, Danau Buyan telah diteliti kandungan kualitas airnya oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Dari hasil penelitian terakhir, kualitas air danau itu masih normal dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi.

"Kandungan zat air danau sudah diteliti oleh BWS dan memang hasil terakhirnya masih standart, normal. Masih bagus untuk dikonsumsi," katanya. (akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA