Awas, Stres Bisa Pengaruhi Perilaku Makan Anak

KONFRONTASI-Penelitian menyebutkan bahwa 95% hormon serotonin diproduksi di usus. Hal ini menandakan bahwa apa yang kita makan dan kesehatan saluran cerna dapat memengaruhi kesehatan psikis. Itulah kenapa faktor psikis sangat berpengaruh terhadap perilaku makan. Tak hanya pada orang dewasa, tapi ini juga terjadi pada anak-anak.

Selain situasi hati anak bisa memengaruhi keinginannya untuk makan bergizi seimbang, anak yang tidak menerima asupan gizi seimbang juga berpotensi mengalami kecemasan. Maka dari itu, selain dukungan gizi seimbang, kondisi psikis ibu dan anak juga harus didukung. Orangtua perlu tahu, tanpa disadari kondisi psikis orang tua dan anak saling berkaitan.

Stres berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat memengaruhi perilaku makan anak di rumah. Padahal asupan nutrisi adalah sumber pertahanan imun untuk saat ini. Untuk itu, orang tua perlu memantau mood anak dengan baik di samping mengelola stresnya sendiri. Salah satu cara mengatasi rasa bosan anak adalah dengan mencoba keterampilan atau pengalaman baru dengan interaksi yang menyenangkan bersama anggota keluarga,” papar Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi.

Melibatkan anak dalam menyiapkan menu gizi seimbang sesuai dengan usia dan kemampuan anak bisa menjadi alternatif kegiatan menyenangkan yang juga edukatif menurut Putu. Keterlibatannya tersebut bisa membangkitkan selera makan anak tersebut. Menu yang variatif juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi anak susah makan. Makanan yang itu-itu saja pasti membuat anak bosan. Selain pilihan menu yang variatif, bentuk dan penyajian makanan yang lucu juga bisa menumbuhkan selera makan pada anak.(mr/snd)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...