21 June 2018

Apakah Puasa Bisa Menyembuhkan Penyakit? Ini Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran UI

KONFRONTASI -   Hikmah puasa adalah agar kita sehat. Hal ini terjadi karena didalam berpuasa ada pembatasan asupan makanan , keteraturan, dan pengendalian diri.

"Ketiga unsur ini adalah sesuatu yang seharusnya konsiten kita laksanakan baik pada saat berpuasa dan setelah berpuasa," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Ari Fahrial Syam dalam pesan Tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (19/5/2018).

Menurutnya, puasa Ramadan mengurangi frekuensi makan yang biasanya 3 kali menjadi 2 kali. Jika ini dilaksanakan, sambungnya, akan terjadi pembatasan asupan makan dan pembatasan kalori (resriksi kalori).

Dampakadanya pembatasan makanan, dalam hal ini pembatasan asupan kalori, tuturnya, jelas akan membuat manfaat bagi kesehatan bagi seseorang yang menjalani ibadah puasa tersebut.

"Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh. Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Jadi dengan adanya pembatasan makan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, puasa sepanjang hari akan mengurangi konsumsi camilan-camilan yang tidak sehat seperti coklat, keju, dan lemak. "Mengurangi makanan-makanan yang manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh kita. Selainitu bagi orang merokok akan mengurangi konsumsi rokoknya setiap hari."

Dengan indikator seperti  itu, lanjutnya, puasa akan membuat orang sehat menjadi tambah sehat dan orang dengan penyakit kronis (Hipertensi, Kencing Manis, Kegemukan dan kolesterol tinggi) akan membuat penyakit menjadi lebih baik dan terkontrol.

"Tentu kondisi sehat yang kita harapkan ini tidak akan tercapai kalau dalam berpuasa ini kita melakukan budaya balas dendam saat berbuka. Sehingga tujuan pembatasan makan dan pembatasan kalori tidak tercapai," tegasnya.

PENYAKIT MAAG

Menurut Dokter spesialis penyakit dakam ini, pasien sakit maag yang sebagian besar adalah sakit fungsional, yaitu dimana jika dilakukan evaluasi tidak ditemukan kelainan, biasanya dengan berpuasa keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa.

Hal ini, lanjutnya, terjadi karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidakteraturan makan, konsumsi makanan camilan,seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi,merokok dan juga faktor stres.

"Selama berpuasa,pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa Ramadan,yaitu saat sahur dan berbuka. Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut sembuh."

PENGENDALIAN DIRI

Dokter Ari menambahkan  pengendalian diri merupakan hal penting agar kita tetap sehat. Jiwa yang sehat kunci agar kita tetap sehat. Berbagai macam sakit fisik terjadi karena jiwa yang terganggu.

Dia mencontohkan, penyakit psikosomatik, pasien yang cemas cenderung asam lambungnya tinggi, dan membuat lambungnya dapat terganggu.

Begitu juga pasien dengan hipertensi akan naik jika emosinya terganggu. Pasien Asma bisa kambuh karena sedang dalam keadaan stress. Jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal ditengkuk bisa berhubugan dengan faktor psikis. Dengan pengendalian diri selama berpuasa diharapkan faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut tidak muncul. Akhirnya dengan berpuasa kita dapat mengurangi makan, hidup lebih teratur dan pengendalian diri," tuturnya.

Dia menyarankan, selesai puasa seharusnya ketiga hal tersebut dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-harii, makan tidak boleh berlebihan, makan sesuai kebutuhan, karena jika makan berlebihan maka makanan tersebut akan ditimbun dalam tubuh kita dalam bentuk lemak, di hati (fatty liver), di kandung empedu (Batu KE), di pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak.

"Keteraturan yang telah terbina selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca puasa lebaran. Hidup selalu berpikir positif dan pengendalian diri seharusnya juga dapat dipertahankan setelah lebaran nanti," tambahnya.(Jft/LifeStyleBisnis)

Category: 
Loading...