Amerika Geger, Demonstrasi Bela George Floyd Diwarnai Aksi Penjarahan

KONFRONTASI -   Sejumlah pengunjuk rasa, yang memprotes tewasnya warga bernama George Floyd  oleh polisi, masuk ke pusat perbelanjaan Lenox Square Mall di Atlanta, Amerika Serikat.

Lenox merupakan salah pusat perbelanjaan utama di kawasan tenggara AS.

Mal ini menaungi sejumlah toko yang menjual berbagai produk merek ternama atau branded products seperti Prada, Louis Vuitton dan Cartier.

“Terjadi sejumlah aksi vandalisme dan penjarahan,” kata juru bicara polisi Atlanta, Carlos Campos, seperti dilansir CNN pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Polisi juga menginvestigasi kemungkinan terjadinya penjarahan di toko Buckhead Target.

Aksi penjarahan ini mewarnai unjuk rasa warga memprotes tindakan polisi, yang diduga menyebabkan tewasnya warga bernama George Floyd dan dipengaruhi sentimen rasis.

Seorang polisi berkulit putih menahan Floyd di jalan sambil merebahkannya ke jalan dan menekan leher belakang pria berkulit hitam ini dengan lutut.

Rekaman video menunjukkan Floyd mengatakan kepada polisi bahwa dia mengalami kesulitan bernapas akibat tindakan polisi itu.

Video yang menyebar ini dan tewasnya Floyd kemudian memicu terjadinya aksi protes yang melebar ke bagai kota di AS.

Presiden AS, Donald Trump, telah meminta penyidik bersikap tegas mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan ini.

Trump meminta agar pihak yang bersalah dijatuhi hukuman secara tegas. “Apa yang dialami George Floyd telah menimbulkan rasa horor, marah, dan kesedihan baik keluarganya maupun masyarakat,” kata Trump seperti dilansir akun Instagram Gedung Putih.(Jft/TEMPO)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA