29 February 2020

Alih Fungsi Hutan Berbuah Banjir di Aceh

KONFRONTASI-Banjir dan tanah longsor yang belakangan melanda beberapa bagian Aceh menyebabkan permukiman tergenang, sejumlah rumah warga rusak, jalan terputus, tanggul jebol, kegiatan sekolah terganggu, dan petani gagal panen.

Warga Kabupaten Pidie, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Jaya termasuk yang ikut merasakan dampaknya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Muhammad Nur menyebut alih fungsi hutan dan daerah resapan sebagai penyebab utama banjir yang melanda bagian-bagian provinsi di ujung paling barat Sumatera itu.

Perambahan hutan lindung, pencurian kayu, penanaman kelapa sawit di daerah resapan dan kegiatan penambangan membuat sebagian wilayah "Bumi Serambi Mekah" menjadi langganan banjir.

"Penyebab utama banjir adalah deforestasi," katanya di Banda Aceh, Senin.

"Pengalihan fungsi hutan dan daerah resapan di Provinsi Aceh tergolong parah dan setiap tahun 23 ribu hektare lebih hutan lindung Aceh hilang karena aktivitas illegal logging dan pertambangan serta pembukaan lahan pertanian," ia menambahkan.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...