Ada Ruang Khusus Dukun Eyang Anom Perkosa dan Cabuli Anak Tirinya

Konfrontasi - S alias Eyang Anom (50),dukun kampung di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memiliki ruang khusus untuk mencabuli dan memperkosa anak tirinya sendiri selama 9 tahun.

Ruangan tersebut berada tepat di samping ruang khusus praktik perdukunan yang dijalankan oleh Eyang Anom sehari-hari.

Dari ruang khusus tersebut tercium pekat bau dupa dan kemenyan. Hawa saat memasuki ruangan tersebut membuat bulu kuduk bergidik, berbeda dengan saat menyambangi ruangan lainnya.

Di ruangan yang gelap, sempit, dan terkesan menyeramkan itu, hanya terdapat satu tempat tidur single bed, satu lemari kecil, dan barang rumah tangga lainnya. Sementara dari ruang praktik dukun yang dipisahkan oleh pintu lagi, banyak benda-benda seperti kendi, bunga, tempat membakar dupa, dan keris.

"Pengakuan pelaku kamar khusus ini tempat dia mencabuli dan menyetubuhi anak tirinya, T (18) selama bertahun-tahun. Kalau mau melakukan persetubuhan, ruangan ini pasti dikunci," kata Dudi Suwandi, saat ditemui di kediaman pelaku, Sabtu (22/2/2020).

Ruangan tersebut sudah digeledah oleh pihak kepolisian pada Kamis (20/2/2020) tepat setelah pelaku diamankan. Barang yang diamankan di antaranya keris, baju pelaku dan celana dalam korban yang disimpan di dalam kendi, serta barang lainnya.

"Sekarang kondisinya acak-acakan, karena habis digeledah polisi. Kata polisi rumahnya boleh ditinggali, tapi ruang untuk persetubuhan dan ruang dukun enggak boleh diganggu," katanya.

Ruangan praktik sang dukunRuangan praktik sang dukun Foto: Whisnu Pradana

Lilis (35), sahabat dekat ibu kandung T, mengaku merasakan suasana mencekam dan mendengar suara aneh saat menemani T tidur pada Jumat malam kemarin.

"Enggak tau hanya perasaan aja atau gimana, jadi pas malam itu saya dengar ada yang nangis dari ruangan itu. Samar-samar juga terlihat ada orang tinggi besar berdiri. Saya engga bisa gerak, cuma baca doa aja biar cepat hilang sambil saya merem," tuturnya.

Di ruangan tersebut, T dipaksa menjadi budak seks sang dukun cabul selama hampir 9 tahun, sejak ia duduk di kelas 3 SD hingga lulus SMA. Saat ini pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolres Cimahi.

Pihak kepolisian sendiri masih melakukan pendalaman terkait kasus yang menggegerkan warga di kampung tersebut. (dtk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA