21 September 2019

3 Mahasiswa UI Temukan Obat Kanker Serviks dari Racun Duri Lionfish

KONFRONTASI -   Tiga mahasiswa jurusan Teknik Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia menemukan obat kanker serviks yang berasal dari racun duri ikan lionfish. Temuan tersebut menjadikannya sebagai obat alternatif kanker serviks dari bahan alami.

Ketiga mahasiswa UI itu adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer. Penelitian yang dilakukan para mahasiswa dilatarbelakangi meningkatnya kasus kematian yang disebabkan kanker serviks di Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2018 yang dikeluarkan Globoca menyatakan  terdapat 32.469 kasus penyakit tersebut dan 18.279 di antaranya meninggal dunia.

Di sisi lain, lionfish juga mengalamimenjadi spesies invasif dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang tinggi sehingga menyebabkan ledakan populasi hingga 700 persen. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menggali literatur terkait penggunaan lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam. Terlebih lagi, pengobatan melalui kemoterapi juga belum sepenuhnya efektif karena efek samping yang dihasilkannya," kata Mustika dalam keterangan yang disampaikan bagian Humas UI, Selasa 20 Agustus 2019.

Keterangan foto tidak tersedia.

Solusi keseimbangan ekosistem

Penggunaan lionfish juga merupakan upaya para mahasiswa turut serta menjaga ekosistem laut lantaran ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan.

 

"Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun lionfish berhasil membunuh sel kanker,” tutur Mustika.

Ikan lionfish dipilih sebagai bahan alternatif karena racun durinya mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif.

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengestraksi racun duri lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat  dengan proses pemanasan.

Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah didapat kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.

“Hasil yang didapat dari pengujian in vitro, terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada," ucap Mustika.

Penelitian itu diharapkan dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam serta dapat mengatasi permasalahan invasi lionfish di beberapa perairan sehingga tidak mengganggu keseimbangan ekosistem. 

Penelitian tersebut mendapatkan pembiayaan dariKementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali.(Jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...