19 September 2019

22 Adegan Rekonstruksi Ungkap Kekejaman Sopir Angkot Saat Membunuh Alumni IPB

Konfrontasi - RH (25), sopir angkutan kota (angkot) tersangka pemerkosaan dan pembunuhan AU (22), melakukan 22 adegan saat rekonstruksi yang digelar Polres Sukabumi Kota di dua lokasi. AU merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Pada rekonstruksi ini tersangka RH melakukan adegan aksinya yang merupakan rangkaian upaya pelaku, mulai dari mencekik AU warga Cianjur, menyetubuhi hingga membuang jasad korban," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di sela rekonstruksi, Jumat (9/8/2019).

Rekonstruksi yang dilakukan di dua tempat yakni lokasi pertama di Jalan Jalur Baru, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jabar pelaku memperagakan saat mencekik dan membekap korbannya hingga tidak sadarkan diri.

Masih di lokasi yang sama, pemuda tersebut juga mengakui dalam rekonstruksi itu seperti mengambil barang milik korban antara lain handphone. Namun tidak lama korban sempat sadarkan diri dan tersangka kembali membekap korban sekaligus memperkosanya yang dilanjutkan dengan mencekik hingga tewas.

Di lokasi kedua yakni di Kampung Bungbulang, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tersangka memperagakan cara membuang jasad korban di pinggir sawah dalam keadaan hampir telanjang dan meninggalkannya begitu saja.

"Rekonstruksi ini tujuannya untuk mencocokan dan melihat serta mensesuaikan berbagai alat bukti mulai dari keterangan saksi, tersangka termasuk hasil autopsi," tambahnya.

Pada rekonstruksi ini juga tidak hanya ditonton ratusan warga di dua lokasi, tetapi juga menghadirkan keluarga korban termasuk pengacara tersangka, agar pada persidangan nanti apa yang dilakukan tersangka di depan majelis hakim sesuai dengan hasil pengungkapan polisi.

Akibat ulahnya RH dijerat dengan pasal KUHP berlapis mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan hingga menyebabkan kematian, pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya minimal 12 tahun penjara.

Keluarga AU meminta hakim untuk memvonis mati RH. "Kami berterima kasih kepada Polres Sukabumi Kota yang telah berhasil mengungkap kasus ini, dan di persidangan nanti kami sebagai keluarga meminta jaksa menuntut seberat-beratnya dan hakim menjatuhi hukuman mati kepada RH warga Cianjur yang telah membunuh dan memperkosa keponakan saya," kata paman korban yakni Gunalan.

Menurutnya, dia dan orang tua korban melihat langsung rekonstruksi tersebut dan bagaimana tersangka dengan sadis menyiksa berulang kali almarhumah AU, bahkan sempat diperkosa dalam keadaan tidak sadarkan diri dan akhirnya dibunuh kemudian jasadnya dibuang ke pinggir sawah. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...