18 September 2019

11 Pelaut Indonesia di Inggris Harap Bantuan Pemerintah

KONFRONTASI - 11 Pelaut Indonesia Terjebak dan tidak dipulangkan setelah
finish dari kontraknya di Newport, Wales, Inggris, gaji mereka selama
4 bulan juga belum dibayarkan karena perusahan pemilik kapal/Owner
dikabarkan bangkrut dan menunggak hutang pada tiga negara (31/5/15).

"Gaji kami kurang lebih totalnya 7.8000 us Dollar yang belum dibayar,
perusahaan bangkrut, kapal ditahan dan akan dijual karena Owner
menunggak hutang, harga tawaran kapal tak cukup untuk bayar hutang dan
sehingga gaji kami dan kepulangan kami di ulur-ulur" ujar Barep
Sanjaya, salah satu korban yang berstatus taruna di PIP semarang
mengadu kepada Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) via
seluler pada Jum'at (28/5) lalu.

Lanjut, kata Barep, dirinya berangkat melalui PT. CPT di kawasan MT.
Haryono, Jakarta untuk ditempatkan di atas kapal Sunflower E. Genova,
sebuah kapal General Cargo berbendera Italia milik perusahaan Energy
Shiping Srl Italy. "Ada 11 WNI, 2 diantaranya perwira dan 9 lainnya
Rating. Selain itu, ada 1 Crew asal Filiphina, 1 asal Romania dan
Kapten asal Italia. Namun, mereka semua sudah dipulangkan dan tersisa
kami (11) orang disini" terang Barep kepada SPILN.

Kita ditahan sudah selama 3 bulan di Inggris dan selama 4 bulan gaji
belum dibayar, kami berharap pemerintah Indonesia segera membantu kami
agar segera dipulangkan dengan membawa gaji kami.

Menanggapi laporan tersebut, SPILN langsung mengklarifikasi ke ITF.
Inspektur ITF Inggris Darren Procter menyatakan, "Benar ada 11 WNI di
kapal Sunflower, gaji mereka selama 4 bulan belum dibayar, kami sedang
berusaha semaksimal mungkin agar gaji mereka dapat dibayar dan segera
dipulangkan ke Indonesia" ujar Darren kepada SPILN via Facebook
Messenger, Jum'at (29/5).

SPILN juga akan memberikan bantuan kepada para Crew untuk mengadukan
hal ini kepada Instansi-Instansi Pemerintah terkait, minimal
pemerintah Indonesia bisa menyurati kerajaan Inggris atau yang
mempunyai kewenangan disana agar segera menyelesaikan masalah
tersebut. "Kami sedang tunggu salah satu perwakilan keluarga korban
datang ke Jakarta untuk kita dampingi nantinya" tutup SPILN.[ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...