Yasonna Bantah Atur Hasil Sidang Praperadilan BG

KONFRONTASI-Kemarin, Rabu (11/2/2015), sebuah surat tanpa nama pengirim "mendarat" di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, . Surat tersebut berisikan informasi mengenai hasil sidang praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalm surat tersebut, Menkum HAM Yasonna Laoly disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang ikut mengatur hasil sidang tersebut. [ Baca: Surat Kaleng Mendarat di Gedung KPK, Sebut Sidang Praperadilan Sudah Direkayasa untuk Menangkan BG ]

Merespon hal tersebut, Yasonna membantah dirinya ikut mengatur sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan seperti disebut dalam surat kaleng yang dikirim ke KPK. Yasonna mengaku sudah melaporkan hal itu ke Presiden Jokowi.

"‎Saya sudah lapor ke Presiden," ujar Yasonna di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Yasonna menjamin sidang praperadilan akan berjalan fair. Sebab, sidang berlangsung terbuka dan bisa diketahui oleh khalayak banyak.

"Kita harapkan gitu artinya terbuka, kita dengar semua. transparansi," imbuhnya.

Dalam surat kaleng yang dikirimkan ke KPK, nama Yasona Laoly dan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno disebut mengatur proses sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan yang tengah bergulir. Namun, hal itu sudah tegas dibantah Yasonna dan Tedjo.

"Wah hebat banget saya, saya tidak tahu. Suer!" tegas Yasona.

"Bisa saja terjadi (adu domba). Ini kan ada orang mancing di air keruh. Kita kan nggak tahu apa-apa soal praperadilan. Kita dibilang ikut mendesain, hebat banget gua," kata Tedjo di tempat yang sama.[mr/dtk]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...