17 July 2018

Tim Ekonomi di Kabinet Mandul: Akibatnya, Nawa Cita dan Jokowinomics Terpuruk

KONFRONTASI- Tim Ekonomi di Kabinet Jokowi mandul, membuat Jokowinomics tumpul dan dikhawatirkan bagai gundul-gundul pacul. Harapan publik terjungkal, prospek Jokowi menuju pilpres 2019 hampir pasti gagal.  Bahkan Jokowi diprediksi kalah total 2019 jika tim ekonomi yang mandul, terus dipakai. Rakyat  sudah tak percaya lagi Jokowinomics yang ternyata hanya menimbulkan PHK massal dan memburuknya ekonomi rakyat dan ambruknya industri. Demikian pandangan para aktivis dan analis ekonomi-politik.

Ekomomi terus merosot dan memburuk, harga-harga pangan (sembako) naik dan energi (BBM, listrik) naik, pajak naik.  Rezim Jokowi makin  lembek,  jadi rezim abal-abal dan amatiran. Makin terbukti penunjukan Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai sebagai keputusan yang meleset dan gagal penuhi ekspektasi rakyat. Terlebih lagi kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang manudl dan lembek, namun tetap dipertahankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga  lembek dan letoi..Kedua ekonom liberal FEUI ini membuat mules Jokowi karena pertumbuhan cuma 5%, itu jelas tak cukup dan sangat mengecewakan rakyat. Apalagi harga-harga sembako dan energi naik, rakyat pun tercekik. Jokowi tercoreng dan memikul beban neolib ini. Rezim Jokowi dengan tim ekuin yang buruk, akibatnya jadi rezim abal abal- dan amatiran.

Salim Hutajulu, aktivis mahasiswa 1974, bahkan menyebut rezim Joko Widodo sebagai 'badut abal-abal'. “Rezim penguasa sekarang ini cuma badut abal-abal, yang membuat rakyat amat  kecewa dan frustasi,'' ujarnya.

Sri Bintang Pamungkas PhD dari UI menilai, pemerintahan Jokowi kerap kali mengumbar janji palsu. Salah satu faktornya . ujarnya, karena sistem kaderisasi kepartaian yang tidak bagus dan dukungan taipan untuk Jokowi yang menimbulkan banyak pertanyaan. Sedangkan tim ekonomi Jokowi di kabinet sangat lembek tapi sangat liberal pula...

Terbukti, Sri Mulyani dan Darmin Nasution merupakan pasangan yang sama-sama melelahkan  dan membebani Jokowi dan menghancurkan asa rakyat pada Nawacita/Trisakti Jokowi untuk mengatasi masalah ekonomi saat ini. Duet Darmin-Sri Mul loyo dan tumpul. Akibatnya, ekonomi merosot terus,cuma tumbuh maksimal 5% atau lebih dikit. Itu tak cukup, sebab pertumbuhan minimal 6,5% baru bisa mengerek ekonomi nasional.

Dan  kedua ahli FEUI di bidang ekonomi ini  terbukti tak mempunyai kapasitas dan kompetensi untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

Dengan segudang pengalaman ''semu'' yang dimiliki Sri Mulyani dan Darmin,  tidaklah  mampu mengatasi masalah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang membayangi pemerintahan Jokowi. Duet Darmin-Sri Mul gagal total , gatot.

Seperti halnya menteri keuangan sebelumnya, yaitu Bambang Brodjonegoro, yang tidak kompeten untuk mengatasi masalah defisit ini.

Sia-sia masyarakat  menunggu gebrakan Sri Mulyani dalam mengawal kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty), toh hasilnya marginal, minim dan membuat lemes Jokowi. . Tentu rakyat lebih lemes lagi.

Dengan pengalaman Sri Mulyani di dalam negeri, regional dan internasional yang ''dibesar-besarkan'', terbukti Sri  tidak  bisa mengentaskan Indonesia supaya tidak lagi mengalami defisit berkepanjangan.

Meski  gagal atasi masalah kelesuan ekonomi, lucunya , Sri Mulyani mengaku merasa sangat terhormat lantaran tetap  dipercaya menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) meski Jokowi kecewa sekali.  Citra Jokowi dibikin buruk/bangkrut dimata rakyatnya sendiri.

Sebelumnya, Sri, wanita kelahiran Lampung ini menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan  malah meledakkan bom Century, jadi skandal besar Rp6,7trilyun yang memalukan. Sri sudah tumpul, Darmin mandul.  Maka Prestasi ekonomi Jokowi, kata para analis,  kian gundul-gundul pacul alias lesu dan amburadul.

Category: 
Loading...