10 December 2018

Tim BPN Tidak Pernah Sebar Hoax Megawati Tidak Perlu Mengasihani Prabowo

KONFRONTASI -   Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  mengaku terganggu dengan orang-orang di sekeliling Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo dengan cara yang tidak pantas. 

"Kan kasihan ya. Kalau saya bilang, kasihan Beliau (Prabowo). Kenapa orang di lingkungannya seperti begitu?" kata Megawati saat memberikan pembekalan kepada caleg PDI-P, di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Menanggapi pernyataan Megawati tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyatakan Prabowo tidak perlu dikasihani. Bahkan menurut Andre, sebaliknya Megawati seharusnya mengasihani Jokowi. Karena menurut dia, hingga kini ia nilai belum melunasi banyak janji-janjinya kepada rakyat.

"Lebih baik, daripada mengomentari Pak Prabowo, mending Bu Mega mengurus petugas partainya yang banyak berjanji di 2014 tapi belum ditepati. Bu Mega lebih baik fokus pada petugas partainya,” kata Andre di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Tidak Ada Hoax

Aanggota DPR RI ini menegaskan, tidak ada pendukung dan simpatisan Prabowo yang menyebar hoax dan ujaran kebencian. “Kami tidak pernah menyebar hoax, apa yang kami sampaikan dan kritik berdasarkan data dan kenyataan yang ada di masyarakat,” ujar Andre.

Untuk diketahui, pernyataan Megawati yang menyinggung nama Prabowo keluar saat ia menyinggung penyebaran massif info hoaks dan ujaran kebencian, yang menyerang Presiden Joko Widodo, terutama di saat masa kampanye Pilpres 2019.

"Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya. Enggak pernah. Kalau saya bilang, kasihan beliau. Kenapa orang-orang di lingkungannya seperti begitu, seakan-akan itu orang-orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk yang selalu mengkritisi pemerintah yang menurut saya itu bukan kritikan positif," kata Megawati saat memberikan pembekalan kepada caleg PDI-P, di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Megawati menegaskan,  dirinya tidak punya masalah dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. "Sampai Pak Prabowo pun dengan saya hormat. Karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya," kata Megawati.

Saat di tengah pidatonya tersebut, Wakil Sekjen PDI-P Eriko Sotarduga terlihat menghampiri Megawati dan memberitahukan sesuatu. Tak terdengar apa yang dibicarakan. Setelah itu, Megawati mengatakan bahwa ia sengaja menyampaikan kritiknya ini kepada media.

"Saya sengaja buka ke media. Ini adalah hal yang perlu saya katakan," kata Megawati.

Megawati berharap pernyataannya soal orang-orang di lingkungan Prabowo ini tidak dipelintir. Jika pernyataannya dipelintir sehingga timbul kesalahpahaman, Megawati akan langsung menelepon Prabowo untuk menjelaskan mengenai konteks pernyataannya ini.

"Kalau saya sebut Pak Prabowo di-bully, saya telpon Pak Prabowo. Aneh kan. Kasihan kan. Kenapa sih Republik ini dibuat seperti ini?" kata Megawati.

"Sebuah negara yang dibangun dan bangsa yang dibangun dengan susah payah, sepertinya sekarang mau dipisah-pisahkan, diadu domba dengan segala cara. Ya tentu saya tidak bisa menerima," ujar dia. (Jft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...