Terkait Harun Masiku, Saiful Mujani & GM Desak Presiden Jokowi Berhentikan Yasonna Laoly

KONFRONTASI -   Sejumlah akademisi, aktivis pro demokrasi, pengacara, jurnalis, lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun warga biasa anti korupsi melakukan petisi meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan  Menkumham Yasonna Laoly karena kebohongan publik tentang Harun Masiku.

Dalam daftar petisi warga negara  melawan anti korupsi dan  telah disebar diantaranya Saiful Mujani (Pendiri SMRC), Goenawan Mohamad (GM) (Sastrawan), Ade Armando (Intelektual), Syamsul Alam Agus (Yayasan Satu Keadilan) Ray Rangkuti ( lingkar Madani), Benny Rhamdani, Anton Miharjo dan lain-lain.

Dikonfirmasi terkait soal ini,  Saiful Mujani pendiri SMRC mengakui telah ikut.  “Ya” tulisnya dalam percakapan whatsapps kepada beritajatim.com, Rabu (22/1/2020).

Dalam petisi berjudul  Presiden Jokowi Berhentikan Yasonna Laoly Karena Kebohongan Publik  Tentang Harun Masiku. Kasus kebohongan publik ini menimbulkan kesan kuat bahwa ada upaya untuk melindungi pelaku tindak korupsi dari jeratan hukum.

Seperti diketahui Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie menyatakan, mantan caleg PDIP Harun Masiku berada di Indonesia. Buronan KPK dalam kasus suap terhadap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan itu sempat dikabarkan berada di Singapura.

Harun Masiku diketahui telah masuk ke Indonesia pada tanggal 7 Januari 2020 atau sehari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahyu Setiawan dan sejumlah orang. Dengan begitu, Harun hanya sehari berada di Singapura.

“Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta (Soekarno Hatta), bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020,” ujar Ronny saat dikonfirmasi awak media, Rabu (22/1/2020). (Jft/Beritajatim)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...