20 June 2018

Tak Garang seperti KPK, Kejaksaan Agung Underbow Partai Nasdem?

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung begitu rendah. Salah satu kesan negatif yang ditangkap publik yaitu seolah Korps Adhyaksa menjadi organisasi sayap sebuah partai politik.

Menurut dia, sesungguhnya kinerja Kejagung tidak terlalu buruk. Tapi, ada hal yang membuat tingkat kepuasan publik cukup rendah terhadap lembaga itu, seperti dilaporkan banyak lembaga survei berada di kisaran 40 persen.

"Ya, kinerja Kejagung cukup bagus menurut pandangan saya. Cuma ada satu catatan yang banyak masuk ke saya, seakan Kejagung underbow (organisasi sayap) Partai Nasdem," kata Arief kepada wartawan, Selasa (13/3).

Ia menyinggung background Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo, yang pernah menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu. Fakta itulah yang menurut dia membuat banyak kepala daerah bergabung ke Nasdem, dengan harapan kasus-kasus korupsinya tidak diungkit. Untungnya, masih ada KPK dan Polri yang netral dalam penegakan hukum.

"Contoh saja kader Nasdem yang maju di Pilgub Lampung mungkin bisa kebal dari jangkauan Kejaksaan tapi enggak kebal dicopot KPK. Begitu juga di Kalimantan Barat, seperti Bupati Melawi yang dekat dan diusung PDIP, langsung gabung Nasdem dan jadi Ketua DPC Nasdem, mungkin juga takut ada masalah hukum," ungkap Arief.

Arief menambahkan indikasi lain, yaitu pernyataan calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang juga diusung Partai Nasdem. Ridwan pernah mengatakan, alasannya menerima Nasdem adalah karena partai itu memiliki media massa dan perlindungan hukum dari Kejagung.

"Jadi isu-isu tentang opini publik yang menyatakan Kejaksaan Agung seperti underbow Nasdem jadi benar," ucap Arief.

Ia menilai M. Prasetyo sudah berusaha profesional dalam menjalankan tugas. Apalagi, Prasetyo merupakan mantan jaksa karir yang kemudian bergabung ke Partai NasDem setelah masa pensiun.

"Hanya kelihatannya Jaksa Agung banyak tekanan, sehingga lembaga yang dipimpinnya kurang garang kayak KPK. Kinerjanya kurang greget dalam pemberantasan korupsi Juga, karena anggaran Kejagung sangat minim khusus dalam penanganan korupsi," urai Arief.[ian/rml]

Category: 
Loading...