Tak Dipilih Golkar Maju di Pilgub Jabar, Nurul Arifin Beri Semangat ke Kang Dedi

Konfrontasi - Fungsionaris DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengaku terkejut terkait keputusan rekomendasi partai Golkar yang memilih Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur dan Anggota DPR RI Daniel Muttaqien sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Nurul mengaku sempat menelepon Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham untuk mengonfirmasi kebenaran berita yang sudah beredar di media tersebut.

"Iya sebenarnya sih saya berharap masih ada perubahan. Tetapi ternyata setelah saya konfirmasi, Pak Sekjen sudah melakukan press conference yang menyatakan bahwa rekomendasi Partai Golkar ke Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur dan Daniel Muttaqien sebagai calon Wakil Gubernur," jelas Nurul saat ditemui usai kegiatan Safari Budaya di Kelurahan Antapani, Kota Bandung pada Jumat (27/10/2017) malam.

Keputusan tersebut, lanjut Nurul, tidak sesuai dengan harapan dirinya. Karena baginya, kader internal harus tetap diutamakan untuk menghadapi kontestasi politik.

"Saya berharapnya jatuh (rekomendasi-red) ke Kang Dedi. Kita inginnya kader internal, kemarin itu kan rekomendasi diberikan kepada Kang Dedi untuk penjajakan koalisi dan pasangan calon. Tetapi ternyata, keputusannya seperti ini, saya kira DPP punya pertimbangan," katanya.

Meski begitu, dia tetap memberikan semangat kepada Bupati Purwakarta tersebut terus memperjuangkan nilai-nilai perkaderan sesuai dengan mekanisme partai. Semangat ini dia berikan mengingat Dedi Mulyadi saat ini tidak mewakili kepentingan pribadi melainkan masyarakat Jawa Barat.

"Semoga Kang Dedi tidak berkecil hati, karena saya tahu ini bukan semata-mata kepentingan Kang Dedi. Saya tahu banyak masyarakat yang mencintai Kang Dedi, beliau orangnya juga konsisten. Semoga bisa terus menjaga kekompakan Golkar, karena elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat naik karena kerja keras beliau," tandasnya.

Jika Dedi Mulyadi ingin menerima pinangan partai lain untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat, Nurul pun mempersilakan dengan catatan tidak keluar dari Partai Golkar.

"Saya memahami, itu hak pribadi Kang Dedi, tetapi saya berharap Kang Dedi tidak keluar dari Partai Golkar, masih sebagai kader," ucapnya. (mrdk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...