17 November 2019

Survei LKPI: Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Maruf

KONFRONTASI-Jika lembaga-lembaga survei lain dalam hasil surveinya memenangkan Jokowi-Maruf, berbeda dengan hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI). Dalam rilis hasil survei bertajuk "Menguji Pilihan Masyarakat Indonesia Terhadap Capres-Cawapres Pilpres 2019" paslon 01, Jokowi-Ma'ruf diprediksi kalah dari paslon 02 Prabowo-Sandi.

"Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf hanya berkisar 40,9% dan Prabowo-Sandi 58,1%. Sementara yang tidak memilih 1%," kata Direktur Executive LKPI Tubagus Alvin pada Jumat (5/4).

Tubagus menjelaskan, survei ini didapat dari 2.426 responden dengan margin error -1,99%. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan wawancara lapangan sejak 20 Maret-3 April 2019.

Alasan mengapa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf merosot dikatakan Tubagus, karena responden LKPI sebanyak 58,1% berpendapat negara Indonesia saat ini sedang berjalan ke arah yang salah.  

Arah negara yang salah ini, kata dia, ditandai dengan bertambahnya hutang negara, korupsi yang marak, isu tenaga kerja asing dan maraknya praktik jual beli jabatan.

Anjloknya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf ini juga disebabkan oleh merosotnya pendapatan masyarakat.

"Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian keluarga sangat dirasakan oleh Masyarakat Indonesia sebesar 85,5% selama kurun waktu empat tahun terakhir," imbuhnya.

Sementara itu, unggulnya elektabilitas Prabowo-Sandi terjadi karena Jokowi dianggap gagal dalam mengontrol isu terkait khilafah yang mengganggu ideologi pancasila.

Hasil survei yang berbeda dengan lembaga survei pada umumnya ini, Tubagus mengaku tak dibayar oleh pihak dari paslon mana pun.

"Dana didapat dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha di Indonesia yang tidak dapat disebutkan nama donaturnya. Dana juga dari LKPI sendiri," pungkasnya.[mr/alinea.id]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...