18 August 2018

Survei LKPI: Popularitas Rizal Ramli Saingi Ahok

KONFRONTASI-Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil penelitian terbarunya terkait pendapat masyarakat. Survei mendapati bahwa publik menginginkan figur baru memimpin ibu kota menggantikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di periode 2017-2022.

Menurut Direktur LKPI Nur Arifin, nama ekonom senior Indonesia Dr. Rizal Ramli menempati urutan kedua dalam tingkat popularitas setelah Ahok yang merupakan calon petahana.

"Popularitas Basuki Tjahaja mencapai 98,6 persen dalam hal dikenal oleh warga Jakarta adalah yang paling tertinggi. Disusul oleh Rizal Ramli 94,7 persen dan Tri Rismaharini 92,2 persen," ujarnya kepada redaksi di Jakarta, Kamis (18/8).

Nur Arifin menjelaskan, setelah Ahok, Rizal Ramli dan Risma menempati posisi tiga tertinggi dalam hal popularitas, terdapat pula nama-nama yang selama ini marak disebut layak menjadi calon gubernur DKI. Seperti Sandiaga Uno dengan dukungan 93,2 persen, Sjafrie Syamsudin (85,7 persen), Yusril Izha Mahendra (80,3 persen), dan Djarot Syaiful Hidayat (76,6 persen).

Menurutnya, kepopularitasan Ahok tertinggi karena sering muncul di media massa terutama televisi dan punya tagline yang mudah diingat. Selain itu gaya komunikasi yang keras dan kasar di depan juga amat mudah diingat.

"Masyarakat kenal Ahok karena terbantu oleh popularitas Jokowi (Joko Widodo) saat pilgub 2012," ungkap Nur Arifin.

Sementara, sosok Rizal Ramli yang akrab disapa RR punya popularitas di mata warga Jakarta karena sikap merakyat saat menjabat menteri di era Presiden Gus Dur maupun ketika memimpin Menko Kemaritiman dan Sumber Daya dalam Kabinet Kerja kemarin.

"Rizal Ramli punya sikap yang berpihak pada masyarakat dan anti asing," kata Nur Arifin.

Selain itu, LKPI memprediksi bahwa tingkat popularitas Sandiaga Uno bisa saja mengalami kenaikan signifikan di mata publik Jakarta dengan perolehan saat ini 93,2 persen. Juga Tri Rismaharini yang saat ini menjabat wali kota Surabaya yang belakangan ini disebut-sebut akan diusung oleh PDI Perjuangan.

Survei dilakukan LKPI terhadap 1.421 responden dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 6.983.692 yang baru ditetapkan KPU DKI Jakarta. Penelitian yang diberi judul 'Mencari Sosok Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Menciptakan Jakarta Kota Yang Bersahabat Bagi Warga dan Pengunjungnya' digelar pada 23 Juli-30 Juli 2016. Mengunakan metode Multistage Random Sampling dengan tingkat Kepercayaan plus minus 95 persen pada tingkat kesalahan (margin of error) plus minus 2,6 persen.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...