Survei Indikator: PAN dan PPP Berpotensi Tak Lolos ke Senayan Pada Pemilu 2024

KONFRONTASI– Partai Demokrat secara mengejutkan bisa memperbaiki posisi dalam ‘perlombaan’ elektabilitas partai politik.

Hal itu sebagaimana hasil survei Indikator Politik Indonesia tentang kondisi politik dan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, yang dirilis Selasa (21/7/2020).

Dalam survei itu, posisi teratas masih ditempati PDI Perjuangan. Dominasi partai berlambang kepala banteng hitam itu pun tak tergoyahkan sama sekali.

Disebutkan, PDI Perjuangan mendapat dukungan dari responden sebesar 26,3 persen.

Untuk posisi kedua dan ketiga pun tak ada perubahan.

Yakni Partai Gerindra yang didukung sebanyak 17,7 persen responden, disusul Partai Golkar dengan 8,3 persen.

Yang cukup menarik adalah Partai Demokrat yang baru saja menggelar suksesi kepemimpinan.

Dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam survei itu, Partai Demokrat mendapat elektabilitas sebesar 5,7 persen.

Partai berlambang bintang mercy ini mampu mengungguli PKB di posisi kelima yang mendapat dukungan responden sebesar 5 persen.

Selanjutnya, adalah Partai Nasdem dengan elektabilitas 4,5 persen, dan PKS dengan 4,4 persen.

Sementara dua partai yang kini di parlemen terancam tidak lolos lagi ke Senayan pada Pemilu 2024.

Sebab, kedua partai ini tidak mencapai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.

Keduanya adalah PAN (2,0 persen) dan PPP (1,7 persen).

Sementara partai lain yang menjadi peserta Pemilu 2019 memiliki elektabilitas tidak lebih dari 0,5 persen.

Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia ini digelar pada 13 hingga 16 Juli 2020 dengan melibatkan 1.200 responden.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling.

Sementara tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin error kurang lebih 2,9 persen.(mr/pst)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...