9 April 2020

Seskab Percaya Klenik, Pengamat: Itu Tidak Mendidik!

KONFRONTASI-Pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung tentang alasan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo di acara peresmian Rumah Susun Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin, Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menuai polemik.

Saat itu ia beralasan, ketidakhadiran Presiden yang kerab kali disapa Jokowi itu disarankan olehnya, karena takut ada kejadian yang sama seperti Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kejadian itu, disebutkan Pramono Anung adalah Gus Dur yang lengser dari jabatannya setelah mendatangi Kediri.

Pengamat politik dari Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta, Ray Rangkuti, berpendapat bahwa hal itu tidak patut untuk disampaikan.

Pasalnya, hal itu membuat masyarakat terlalu percaya kepada hal-hal yang bersifat mistik, bukan malah scientific atau keilmuan.

"Kita sangat menyesalkan untuk unsur mistik dibawa di dalam pengelolaan bangsa dan negara ya. Yang diajarkan kepada masyarakat ini adalah bukan keyakinan scientific gitu loh, tapi keyakinan mistik!," katanya dilansir RMOL.id, Senin (17/2).

Meski secara budaya dan tradisi masyarakat Kediri, fenomena itu menjadi cerita yang melegenda, akan tetapi Ray Rangkuti menuntut pemerintah untuk bisa memberikan penjelasan yang berdasarkan keilmuan.

"Itu betul-betul tidak mendidik dan tidak sangat scientif lah. Meskipun secara personal orang-orabg bisa percaya itu. Tapi tidak boleh itu dijadikan keyakinan umum, diajarkan menjadi keyakinan umum," ungkap Direktur Eksekutif Lingkar Madani ini.

"Yang diajarkan ke orang itu keyakinan scientific. Kan kita mewajibkan orang sekolah," Ray Rangkuti menambahkan.(mr/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...