Seknas Jokowi: Sofyan Basyir Korup dan Kasir Demokrat. Kok jadi Dirut PLN era Jokowi? Siapa yang Sontoloyo?

JAKARTA- M. Yamin, Ketua Umum Sekretariat Nasional Jokowi--elemen masyarakat pendukung Jokowi dalam pemilihan presiden lalu, meragukan integritas Sofyan Basyir sebagai calon direktur utama PLN. Selain terlibat kasus korupsi alat pengering gabah, Sofyan Basyir juga terkait dengan bisnis satelit yang langsung ia pimpin sebagai Direktur Utama BRI. (Baca: Seknas Jokowi: Sofyan Basyir Terlibat Korupsi)

Menurut Yamin, ini terjadi pada sekitar bulan April 2014. Padahal, kata Yamin, bisnis satelit bukan bisnis inti BRI. Bagi Yamin, aneh BRI mau menangani bisnis satelit di penghujung kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Ada apa di balik ini semua? Selain Dirut BRI, Sofyan Basri masih menjabat Bendahara Cikeas," kata Yamin, dalam pernyataan pers yang diterima Tempo, Selasa, 23 Desember 2014. (Baca: Jelang RUPS PLN, Sofyan Basyir Muncul di BUMN)

Yamin mengatakan kedaulatan energi sebagai salah satu program utama dalam Nawa Cita Jokowi-JK adalah sebuah keniscayaan. Orang-orang yang membidangi dan mengelola energi dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sepantasnya adalah orang-orang yang sudah teruji, punya integritas, jujur, dan fokus pada bisnis inti maupun bidang kerjanya. 

Pengurus Harian Seknas Jokowi, Osmar Tanjung, berharap bisnis inti pelistrikan tidak diaduk-aduk dengan bisnis lain. "Dalam lima tahun, target kedaulatan energi tidak tercapai," kata Osmar Tanjung. (Baca: Sofyan Basyir Disebut Calon Kuat Bos PLN)

Seknas Jokowi berharap Presiden Jokowi melalui Rini Soemarno selaku Menteri BUMN, memilih dirut PLN yang punya integritas. Selain itu, dirut PLN juga harus mengerti seluk-beluk bisnis dan pelayanan pemenuhan energi listrik.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA