Saatnya Hadirkan UU Pembuktian Terbalik

KONFRONTASI -  Horeeee...Setya Novanto bebas lagi! Tidak perlu kaget, karena ini hal yang justru biasa dan bukan berita. Kita patut kaget dan layak diangkat menjadi berita sangat besar kalau hakim praperadilan menjatuhkan vonis sebaliknya.

Nah, apa pesan moral dari lembaga peradilan lewat putusan ini? Silakan terus korupsi asal dengan syarat: harus yang besaaaaar, terorganisir, dan jangan lupa bagi rata! Tidak dianjurkan korupsi kecil-kecilan, karena gerakan Operasi Tangkap Tangan selalu siap menanti!

Begitulah bacaan terhadap putusan Yang Mulia Bapak Hakim (praperadilan) oleh mereka yang masih berakal-budi sehat. Sangat mengecewakan dan miris karena pesan ini merupakan petunjuk yang ‘harus’ dilaksanakan. Mengapa? Karena menurut pakem di rumah pencari keadilan, Hakim adalah wakil Tuhan yang keputusannya bersifat mutlak, hanya sekali, harus diterima dan dilaksanakan!

Nah, bedanya kalau di rumah Tuhan melaksanakan petunjukNya kita mendapat pahala, sebaliknya di rumah pencari keadilan versi yang satu ini, mengikuti petunjuknya, justru membuka pintu lebar menuju neraka. Dan kalau ada masyarakat yang protes menolak, Hakim diperbolehkan tiru gaya pak Jenderal…,, "Emang gua pikirin! Ini keputusan gua, mau apa..?!” 

Memang, oleh sistem hukum yang berlaku, KPK masih bisa menetapkan Novanto sebagai tersangka dengan Sprindik baru. Namun mayoritas rakyat terlanjur kecewa, baik kepada pengadilan maupun kepada sistem dan mekanisme kerja KPK yang masih 'berlubang'. Artinya pada saat maju ke ruang pengadilan, ternyata ada kelemahan elementer yang bisa digunakan Hakim untuk memenangkan Setya Novanto. Setidaknya begitu menurut para pegiat hukum yang cenderung menginginkan Setnov harus bebas.

Bila memang ada kelemahan secara prosedur hukum yang dilakukan KPK, adakah unsur kesengajaan? Maklum, pertanyaan tak sedap ini muncul karena tersangka yang satu ini, luar biasa banyak karib dan kawanannya. Baik di luar dan tentunya --diduga keras pasti lah, juga ada di dalam lingkar kegiatan kerja KPK. Di DPR saja kompak berjamaah ajukan Hak Angket. Wajar bila ada yang bercuriga, mengingat untuk kesekian kalinya Setnov menang dengan rekor tak pernah terkalahkan!

Dipastikan, sekarang ini hampir seluruh rakyat Indonesia menanti langkah lanjut KPK. Apakah berhenti sampai di sini, atau terus lanjut dan pantang menyerah?! Bila berhenti dan menyerah, memang KPK layak untuk didemo besar-besaran, sebesar aksi 212, untuk menuntut KPK dibubarkan saja! Sebaliknya kalau tetap teguh, berani dan pantang mundur, dijamin jutaan rakyat berada di belakang KPK. KPK akan dikawal dan dijaga, bukan untuk dibubarkan. Malah, bisa-bisa lembaga lain yang akan didemo rakyat untuk minta dibubarkan!

Maaf Pak Presiden, Anda percuma menggelorakan: kerja, kerja, kerja…dan hanya berkonsentrasi pada dua hal: membangun infrastruktur secara masif; dan membangun dari pinggir perekonomian rakyat dalam rangka meningkatkan daya beli dan pendapatan rakyat kecil. Saya katakan percuma, karena melihat kenyataan bahwa niat mulia ini selalu ditelikung para koruptor yang tersebar di seluruh negeri, utamanya di pusat lingkaran kekuasaan.

Saatnya pemberantasan korupsi menjadi perhatian utama, di samping dua wilayah konsentrasi kerja Anda. Mohon rancang dan ajukan Undang-Undang Pembuktian Terbalik. Sehingga KPK dan jaksa tidak usah repot-repot melacak barang bukti, karena setiap warga yang dicurigai kekayaannya tidak wajar, harus menjelaskan sendiri dari mana kekayaan mereka dapat.

Pertanyaannya, beranikah para penguasa di jajaran eksekutif maupun legislatif merancang dan mengajukan UU Pembuktian Terbalik ini? Karena terbayang berapa banyak pejabat di kalangan legeslatif, eksekutif maupun yudikatif yang bakal kebakaran jenggot dan berkeringat dingin mencari jawaban dari mana selama ini kekayaan yang tidak wajar mereka peroleh?!

Usulan ini saya ajukan membantu teman-teman di DPR yang bernafsu membubarkan KPK. Ajukan UU Pembuktian Terbalik, hidup Anda pasti lebih tenang; atau… justru sebaliknya, malah jadi tegang??? ****SUS

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA