19 September 2019

Rocky Gerung: Masuk Istana, Aktivis Seharusnya Beri Pencerahan, Bukan Cari Suaka

KONFRONTASI-Kehadiran sejumlah aktivis pergerakan di Istana Negara tidak dipermasalahkan, selama mereka berfungsi memberikan pencerahan bagi penguasa.

Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan filsuf Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung dalam talkshow Negeri Jernih yang diunggah di YouTube, Kamis (21/2). Talkshow ini membahas tema “Aktivis Masuk Istana”.

Dalam acara yang dipandu, Iwel Sastra itu, Rocky mengaku pada awal pemerintahan Joko Widodo ikut mendorong aktivis masuk istana. Tapi kemudian, dia mengaku jengkel dengan para aktivis tersebut karena mereka justru mencari suaka di Istana.

“Padahal dia diutus untuk menambahkan pikiran kepada kekuasaan, karena kita deteksi ada ketidakcukupan pikiran. Tapi kenapa tiba di Istana, otak langsung menggerut dan nggak bisa lagi hasilkan pikiran alternatif, kritis,” tegasnya.

Dia menjabarkan bahwa tradisi intelektual dan kekuasaan merupakan hal yang lumrah terjadi di belahan bumi lain. Bahkan tradisi itu sudah di mulai sejak zaman filsuf Yunani, Plato yang mendirikan sekolah simposium.

“Di AS juga ada West Wing yang berada di istana presiden, isinya para pemikir, itu menyatu dengan kantor presiden,” tegasnya.

Untuk itu, dia ingin para aktivis yang masuk ke lingkaran istana mampu memberi pengetahuan lengkap kepada pesiden.

“Aktivis masuk istana itu untuk mencerahkan,” pungkas pria yang akrab disapa RG itu.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...