Rizal Ramli Gelisah: Pemerintah Tidak Mampu Selesaikan masalah secara Kongkret

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, sejauh ini pemerintah  kita tidak mampu menyelesaikan masalah baik secara makro ekonomi maupun secara kongkret cuman doyannya ngibul terus, ngasih angin sorga terus.  "Kondisi hari ini lebih jelek dari tahun 1998 karena tahun 1998 ketika kurs rupiah anjlok dari 2.200 ke 15.000 petani diluar jawa senang sekali, tapi kini kondisinya beda," ujar Rizal Ramli, ekonom senior. Kegelisahan dan kehawatiran itu disampaikan tokoh nasional Rizal Ramli saat ditanya oleh Bang Arief di kanal YouTube Bang Arief pada Kamis 1 April 2021.

Salah satu bedanya kondisi sekarang dan  kurun 1998 , menurut Rizal Ramli, petani cokelat dan sawit secara tiba -tiba mereka untung besar meskipun di Jawa memang bermasalah.

"Untuk hari ini di jawa maupun di luar jawa sama saja susahnya, karena tidak ada kapasitas berlebih," tambahnya.

Rizal Ramli mengungkapkan, indikatornya sederhana mahasiswa-mahasiswa di luar pulau Jawa hampir 80 persen tidak mampu bayar kuliah.

Berdasarkan analis Rizal Ramli, kondisi ini lebih berat dari tahun 1998, akan tetapi kalau masalah berat itu hal yang biasa, yang paling penting ada kemampuan untuk membawa keluar dari masalah.

"Bahkan Presiden hebat dunia munculnya pada saat krisis besar," tambahnya.

Lebih jauh Rizal Ramli mencontohkan, Presiden Franklin Delano Roosevelt Amerika muncul setelah Amerika mengalami depresi dari tahun 1920 -1930 .

Ia menambahkan, kondisi ekonominya Amerika hanya menempati posisi nomor 7 bukan adikuasa, karena krisis ekonomi itulah dia bisa membalikan menjadi nomor satu di dunia.

Sederhanya, menurut Rizal Ramli, pemerintah  kita tidak mampu menyelesaikan masalah baik secara makro ekonomi maupun secara kongkret cuman doyannya ngibul terus, ngasih angin sorga terus.

"Ekonomi tahun ini bakal tumbuh lima setengah persen bla bla bla, bagaimana caranya sementara daya beli hancur pertumbuhan kredit negatif, investasi juga tidak naik besar," terangnya.

"Bahkan di kuartal satu ini juga pasti akan negatif karena memang tidak fokus," pungkas Rizal Ramli.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...