Revitalisasi Fungsi KUA, Menag Yaqult Sebut, KUA Tak Hanya Layani Pernikahan Saja

KONFRONTASI -   Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bakal membuat melakukan revitalisasi fungsi Kantor Urusan Agama (KUA).

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mengatakan, nantinya KUA tidak hanya mengurus pelayanan yang berhubungan dengan pernikahan. Tetapi juga mensosialisasikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya soal stunting.

"Ke depannya, KUA tidak hanya mengurus pelayanan pernikahan saja, tapi juga akan melakukan berbagai sosialisasi, salah satunya adalah soal stunting," ungkap Yaqut di Jakarta, Jumat (12/2).

Langkah ini sejalan dengan rencana Gus Yaqut menurunkan 50.000 penyuluh agama untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Kemenag akan bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam memberikan edukasi tentang stunting kepada masyarakat.

"Banyak instrumen yang bisa digunakan. Dengan 50.000 penyuluh yang tersebar di seluruh Indonesia, bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi ke masyarakat salah satunya masalah stunting," kata Yaqut.

Nantinya, penyuluh Kementerian Agama akan bersinergi dengan tenaga penyuluh dari BKKBN. Kemenag terus mempersiapkan penyuluhnya agar memiliki bekal pengetahuan yang dibutuhkan.

Selain edukasi stunting, peran penyuluh agama juga akan dioptimalkan dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan 5M. Yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Juraidi menambahkan, selama ini para penyuluh sudah melakukan tugasnya ikut mensosialisasikan protokol kesehatan dan gerakan 5M.

"Para penyuluh sangat kreatif dalam mensosialisasikan Gerakan Protokol Kesehatan 5M. Ada yang membuat lagu kasidah tapi isinya 5M, dan ada yang dalam bentuk peragaan. Mereka melakukan sosialisasi sesuai dengan kearifan lokal di daerah masing-masing," tutur Juraidi.

Juraidi merinci, 50.ooo penyuluh agama ini terdiri atas 5.000 Penyuluh PNS dan 45.000 Penyuluh non-PNS. Penyuluh Agama Islam inilah yang menjadi ujung tombak Kementerian Agama karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Ada juga yang memberikan sosialisasi dengan cara berceramah saat melakukan penyuluhan. Ada yang membuat gambar dan dipasang di media sosial masing-masing. Sosialisasi sudah sangat masif," ucapnya. (Jft/MERDEKA)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...