6 December 2019

Restu Amien Rais untuk Caketum PAN Bukan Harga Mati

KONFRONTASI - Bursa caketum PAN bakal diperebutkan sejumlah nama, seperti Zulkifli Hasan (petahana Ketum PAN), Dradjad Wibowo (Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN), Mulfachri Harahap (Wakil Ketum PAN), Hanafi Rais (Ketua Fraksi PAN di DPR), Asman Abnur (mantan Menteri PAN-RB), dan Bima Arya (Walikota Bogor).

Melihat dinamika PAN ini, pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai positif.

Dengan beragamnya opsi caketum dari internal menandakan demokrasi dalam tubuh PAN berjalan baik.

"Semakin banyak politisi PAN yang maju justru semakin bagus proses demokrasi di PAN ketimbang bersifat aklamasi yang bisa mematikan nilai-nilai demokrasi dalam suatu partai," jelasnya Selasa (19/11).

Berdasarkan tradisi partai berlambang matahari ini, sesepuh sekaligus pendiri PAN, Amien Rais selalu memiliki peran penting dalam memilih nakhoda partai.

Restu Amin seakan-akan menjadi hal yang wajib dalam menentukan ketua umum partai yang telah berdiri sejak masa reformasi, tepatnya 23 Agustus 1998 silam.

Namun demi konsolidasi PAN ke depan, Ramses beranggapan restu dari mantan Ketua MPR RI era reformasi itu bukan menjadi harga mati.

"Biarkan dinamika internal mereka berkembang secara alami tanpa harus restu Amien Rais dalam konteks caktum. Dinamika alamiah itu justru menghasilkan kepemimpinan parpol yang mampu melakukan konsolidasi internal," tandasnya.[ian/rml]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...