15 October 2018

Reni Marlinawati: Indonesia Darurat Kejahatan Seksual

KONFRONTASI - Peristiwa kejahatan seksual yang terjadi belakangan ini seperti  harus disikapi secara serius oleh negara. Kejahatan seksual yang menimpa anak-anak (laki dan perempuan) dan perempuan merupakan kejahatan yang memberi dampak turunan yang ekstrem. Negara harus memberi sinyal tegas atas kejahatan ini karena memang saat ini Indonesia darurat kejahatan sesksual. "Saya sebagai perempuan dan ibu, sungguh geram dengan peristiwa-peristiwa tersebut." kata Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati kepada redaksi

"Mendukung upaya pemerintahan Presiden Jokowi untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu) Hukuman Kebiri bagi pelaku kejahatan/kekerasan seksual. Perppu ini penting untuk mengisi kekosongan hukum serta uapaya nyata pemerintah melindungi warga negara sebagaimana amanat konstitusi UUD 1945." tambahnya

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PPP ini, Penerbitan Perppu ini sejalan dengan upaya DPR dan pemerintah yang tengah melakukan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol di Pansus Minol DPR. Karena dari berbagai kasus kejahatan seksual yang muncul, terkonfirmasi para pelaku terlebih dahuku meminum alkohol serta menonton konten pornografi. Fraksi PPP sebagai inisiator RUU Larangan Minuman Beralkohol mendorong pembahasan RUU tersebut dapat berjalan lebih maksimal di tingkat Pansus.

"Kami juga mendukung dan mengupayakan perubahan UU perlindungan anak agar sanksi bagi pelaku kejahatan seksual ditingkatkan lebih tinggi dan lebih  berat (skrg maksimal 10 tahun) hingga hukuman mati. Kami juga mendorong untuk segera dibahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang telah masuk daftar perubahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2016."

"Berbagai regulasi yang tersedia tersebut akan sia-sia bila tidak ada peran serta seluruh elemen masyarakat terutama unit terkecil yakni keluarga dalam membentengi anak-anak dengan pendidikan dan pemahaman moral yang komprehensif. Tidak hanya itu, peran serta RT/RW dan organ masyarakat harus lebih ditingkatkan kembali dalam melakukan perlindungan terhadap anak dan perempuan." katanya

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...