Rakyat Tuntut Pemilu Jurdil dan Audit atas KPU/IT KPU, Rakyat Tak Bisa Dibohongi

KONFRONTASI- Pemerintah Jokowi nampak bakal sulit dan kerepotan dengan tuntutan rakyat akan pemilu jurdil dan bersih karena  kecurangan masif dan kekecewaan publik meluas atas pemilu yang sangat buruk dan sarat tekanan/intimidasi itu. Pengamat politik Muslim Arbi  menuturkan hal itu, dan dia melihat, tuntutan audit menyeluruh (investigasi, forensik dll) terus bergema di kalangan  rakyat dan kubu 02 yang ingin KPU bersikap fair dan adil.

''Rakyat Tuntut pemilu Jurdil dan Audit atas KPU/IT KPU,Ini pertanda rakyat tak mau Demokrasi dirusak, rakyat tak bisa dibohongi, dan legitimasi Jokowi bisa ambruk,'' katanya

Sebelumnya Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi menyebut bahwa pesta demokrasi rakyat Indonesia tahun ini tidak memenuhi asas luber-jurdil. Said Didu yang juga ikut dalam Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi menyebut bahwa pelanggaran yang ada di Pemilu saat ini disebut terstruktur, sistematik dan masif.

"Kenapa kami katakan terstruktur karena mulai dari perencanaan yaitu DPT terakhir tidak terselesaikan 17 juta lebih, sampai terlibatnya gubernur bupati camat dan RT RW secara nyata, dan itu ibaratnya penonton sudah teriak semua," jelas Said Didi kawasan SCBD Jakarta, Minggu (21/4).

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA