21 March 2019

Publik Cenderung Tak Percaya Jokowi

KONFRONTASI - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengomentari soal isu penggunaan earpiace yang digunakan oleh capres 01 Joko Widodo saat debat capres kedua tadi malam, Minggu (17/2).

Sudirman memang mengaku tak mau banyak berkomentar tentang sesuatu yang sebetulnya belum ada buktinya. Hanya saja kata dia, isu earpiece itu muncul bukan tanpa sebab, apalagi semua tingkah laku Jokowi saat ini sedang disorot, bahwa ada cenderung tidak dipercayai masyarakat. 

"Tapi kembali ini ada suasana batin masyarakat yang mengetes, men-challenge, menguji dan cenderung tidak percaya pada apa pun yang datang dari petahana dan harusnya itu menjadi instrospeksi," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Sudirman menilai Jokowi memang sudah terlalu sering berbohong. Satu kebohongan itu ia contohkan adalah soal pembubaran Petral. 

"Saya ingin mengatakan bahwa ada klaim seolah-olah Petral dibubarkan karena yang berani presiden yang takut menterinya, itu juga bohong itu," kata dia. 

Karena itu, Sudirman pun yakin ketika seseorang memiliki kecenderungan memutarbalikkan fakta, maka masyarakat pun lambat laun bisa melihat itu semua. 

Karena itu, menurut eks Menteri ESDM ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan Jokowi akan disorot dan dilihat oleh masyarakat, termasuk isu soal earpiece tersebut. 

"Ini sudah bagian dari trend yang sedang terjadi, segala sesuatu yang datang dari incamben sedang challenge, diuji oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan capres nomor urut 01 tidak menggunakan earpiece selama debat capres kedua tadi malam. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengklaim Jokowi hanya menggunakan mikrofon yang dipasang oleh panitia debat.

"Saya tidak melihat ada pemasangan alat tertentu di tubuh Pak Presiden (Jokowi) sebelum ke debat. Ada dipasang oleh panitia, yaitu mikrofon untuk suara seperti kita mau talkshow," ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta, Senin (18/2).

Karding menuturkan Jokowi juga tidak melakukan persiapan khusus ketika di lokasi debat. Jokowi hanya sekali pergi ke kamar kecil dan bercengkerama dengan Ma'ruf, Iriana Jokowi, dan sejumlah petinggi TKN sebelum naik ke panggung debat.

Terkait isu earpiece itu, Karding meminta pihak yang mencurigai Jokowi menggunakan earpiece untuk memeriksa CCTV yang ada di lokasi debat.

"Bisa dicek ada CCTV di situ," ujarnya.

Terkait tudingan dirinya menjadi pembisik Jokowi selama debat capres kedua dengan alat komunikasi sejenis earpice yang dilengkapi mikrofon, Karding tak terima. Menurut politikus PKB ini, alat itu digunakan oleh sekitar sepuluh orang dari TKN untuk mengkoordinir pendukung Jokowi yang hadir di lokasi debat.

"Biar teman-teman BPN Prabowo tahu kerjaan saya kemarin sebagai EO," ujar Karding.[cnn/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...