17 July 2018

Publik Apresiasi Capres dari Kalangan Militer, Pengamat: Tidak Istimewa, yang Penting Gagasan

KONFRONTASI - Pengamat Politik dan Militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai Capres dari kalangan militer tidak memiliki keistimewaan.

Sejumlah survei menyatakan kalangan militer mendapat apresiasi tinggi untuk mencalonkan diri dalam Pilpres 2019. Beberapa nama dari kalangan militer yang sering muncul dalam hasil survei yakni Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Fahmi, jika dibandingkan dengan Capres dari kalangan sipil, Capres berlatarbelakang militer tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Sebab, selama ini ada persepsi yang terus menerus dibangun dikalangan masyarakat bahwa kepemimpinan sipil telah gagal dan lemah, sementara pada perspektif yang lain bahwa kepemimpinan dibawah rezim militer akan kuat dan lebih baik.

"Capres dari kalangan militer tidak istimewa," ujar Khairul Fahmi kepada saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/3).

Fahmi menambahkan Capres dari kalangan militer sama saja dengan calon yang memiliki latar belakang sipil, sehingga tidak ada jaminan khusus bahwa suatu pemerintahan yang dipimpin oleh militer akan lebih baik.

Menurutnya yang terpenting untuk menjadi pertimbangan dalam memilih pemimpin adalah rekam jejak dan gagasan yang dimiliki oleh tokoh tersebut.

"Tentara itu kan profesi juga, sama seperti pengusaha maupun birokrat lainnya, tak istimewa sebenarnya, sekarang ada nama Gatot Nurmantyo, AHY, Prabowo dan lain-lain itu tak begitu istimewa, biasa-biasa saja, yang terpenting itu gagasannya," pungkas Fahmi.[ian/rml]

Category: 
Loading...