Praperadilan Ditolak, Ravio: Banyak Kejanggalan Saat Persidangan

KONFRONTASI -   Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan aktivis Ravio Patra. Ravio menilai terdapat kejanggalan dalam persidangan.

"Banyak sekali kejanggalan ketika persidangan, misalnya bukti-bukti yang dihadirkan kepolisian," ujar Ravio usai sidang putusan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2020).

Ravio menyebutkan beberapa kejanggalan yang dicurigainya selama persidangan. Dia menyoroti nomor surat yang ditulis tangan dalam bukti dokumen dari polisi hingga adanya perbedaan nama petugas.

"Itu banyak dokumen-dokumen yang misalnya nomor suratnya ditulis tangan. Jadi kita nggak tahu kapan surat itu dibuat, apakah benar dibuat pada hari yang dimaksud atau ada juga tanggal-tanggal yang salah," kata Ravio.

"Kemudian ketika kita lihat, misalnya surat perintah penyelidikan dengan surat tugas, itu berbeda nama petugas yang ditulis dalam surat itu. Atau misalnya banyak dokumen-dokumen yang menunjukkan ada perubahan-perubahan ketidakkonsistenan, misalnya ketika pertama kali saya ditangkap itu disebut saya diperiksa sebagai tersangka dan saya melihat nama pelapor itu Devarino Sentosa. Ketika persidangan, nama pelapor berubah menjadi Wiratmana yaitu petugas dari kepolisian," sambungnya.

Ravio mengaku kecewa dengan putusan yang diberikan hakim PN Jaksel. Namun, dia mengatakan tidak kaget dengan putusan tersebut.

"Jadi ya mau dibilang kecewa, ya kecewa. Tapi dibilang kaget, ya tidak kaget. Karena dari awal ekspektasi bahwa memang proses praperadilan dari dulu sulit untuk mengharapkan keadilan. Sebenarnya kemarin memang kita ingin coba dan tidak berhasil. Kalau untuk proses hukum selanjutnya, saya akan konsultasi dulu dengan penasihat hukum dari koalisi," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ravio meminta pihak kepolisian tetap memproses laporan dugaan peretasan. Kuasa hukum menilai kasus dugaan peretasan Ravio juga perlu diungkap."Kita terus mendesak agar laporan peretasan Ravio tetap diproses. Jadi apapun hasil praperadilan, kami tetap berharap peretasan HP Ravio atau WhatsApp-nya tetap diproses oleh Polda Metro Jaya," ujar kuasa hukum Ravio, Alghiffari Aqsa, di lokasi yang sama.

Alghiffari meminta polisi memberikan Ravio perlakuan yang sama dengan penanganan kasus pencurian data pribadi Denny Siregar. Menurutnya dalam penanganan kasus Denny, pihak polisi dapat cepat menangkap pelaku.

"Kita ingin ada perlakukan sama lah, ketika pihak kepolisian memproses laporan pencurian data pribadi Denny Siregar atau yang lainnya. Hanya dapat hitungan hari bisa dapat pelakunya," kata Alghiffari.

"Kita ingin agar pelaku peretasan Ravio juga bisa ditemukan dan ditangkap," sambungnya.

Sementara itu menurutnya, laporan Ravio terkait peretasan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Alghiffari juga mengatakan pihaknya akan membuat laporan terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh polisi.

"Masih penyelidikan. Kita juga ada proses laporan ke propam, terkait polisi yang diduga melanggar etik dan melakukan penangkapan," tuturnya.

Diketahui, PN Jaksel menggelar sidang putusan praperadilan dengan pemohon aktivis Ravio Patra. Dalam putusannya, hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan Ravio.

"Mengadili satu menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya. Kedua membebani pemohon membayar biaya perkara sejumlah nihil," ujar Hakim Tunggal Nazar Effriadi saat membacakan putusan dalam persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).

Sidang dihadiri langsung oleh Ravio Patra beserta kuasa hukumnya. Selain itu, dari pihak termohon hadir perwakilan Polda Metro Jaya.

Dalam pertimbangannya, hakim mengatakan alasan yang diuraikan pemohon dalam hal ini Ravio merupakan fakta yang dialami. Namun, menurutnya, bukti yang diajukan tidak mendukung adanya aspek formil.

Sementara itu, hakim menilai jawaban yang disampaikan pihak termohon dalam hal ini Polda Metro Jaya, telah memenuhi aspek formil. Maka hakim menyebut, pihaknya sependapat dengan jawaban termohon.(Jft/Detik)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...