20 June 2019

POLRI/BIN/TNI Dihimbau Netral & Mawas Diri, Dunia Internasional Sebut Polri Tidak Netral di Pilpres: Tagar #INAelectionObserverSOS Trending Topic Dunia

KONFRONTASI- Tagar #INAelectionObserverSOS memuncaki trending topic dunia pada Rabu siang (20/3). Tagar ini berusaha menarik perhatian dunia internasional untuk menyoroti kepolisian (POLRI RI) yang dianggap tidak netral di pemilihan presiden Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah akun menyebarkan tagar #PolisiTidakNetral dan #WasitKokIkutMain yang sempat meramaikan lini masa twitter Indonesia. Tagar itu diunggah dengan video dan narasi yang menuduh polisi tak netral dan cenderung mendukung Calon Presiden inkumben Joko Widodo dalam Pilpres 2019. ''Demikian halnya  lembaga intelijen dan TNI pun sudah disoroti masyarakat internasional di media sosial di Tanah Air dan luar negeri, berbagai wilayah dunia. Kita himbau TNI/Polri/BIN  netral sesuai UU/peraturan, agar tidak ada intervensi internasional/dunia dengan alasan pemilu/pilpres di Indonesia fraud atau curang. Ini pilpres kan pertarungan AS/Uni Eropa versus RRC-China, dan kalau pemilu jurdil maka Prabowo menang,'' kata Bennie Akbar Fatah, mantan pimpinan KPU era Presiden Hbibie dan aktivis senior Gerakan 1998.

Hasil gambar untuk tito dan bg
Misalnya tuduhan terhadap Kampanye Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang digelar Polri di Jawa Timur pada Ahad, 17 Maret 2019 yang menuai kontroversi. Acara yang semula digelar untuk mengurangi korban lalu lintas ini, diduga disisipi aktivitas politik yang ditengarai menguntungkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
 
Tudingan bahwa acara tersebut dianggap bermuatan politis berangkat dari sekelompok peserta memutar lagu berjudul Jokowi wae (Jokowi saja) dalam acara yang digelar di jembatan Suramadu itu. "Jokowi Wae mas, Jokowi wae, ojok liyane, ojok liyane Jokowi Wae (Jokowi saja, jangan yang lain)," begitu bunyi dari lagu yang diputar peserta MRSF 2019. Dalam beberapa acara MRSF, diketahui terpampang poster Jokowi.
 
 
Belum tuntas urusan MSRF, polisi juga dituding tak netral dari sebuah video yang beredar. Video itu diunggah oleh akun Twitter @JackVardan pada 18 Maret 2019, dengan kalimat ‘Wasit jangan ikut kompetisi, tugasmu mengayomi.’ 
 
Dalam video berdurasi 27 detik itu terlihat sejumlah warga tengah duduk berjajar di sebuah ruangan. Sementara ada dua orang berseragam cokelat mengabadikan peristiwa itu.

Selain itu isu aplikasi Sambhar beberapa waktu lalu juga masih dibahas. Institusi Polri dituding membentuk pasukan buzzer mendukung Jokowi-Ma'ruf dengan menggunakan aplikasi android Alumni Sambhar. 
 
Berikut cuitan warganet dengan tagar #INAelectionObserverSOS,
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...