19 March 2019

Penganiayaan Napi Dilaporkan ke Polisi, Ada Yang Mencurigakan di Proses Persidangan

KONFRONTASI -  Ketidakadilan terus berlanjut hingga kini. Ernita yang sudah melaporkan ke Polisi atas penganiayaan itu, perkaranya pun sudah disidangkan.

Sudah 18 kali persidangan digelar hingga Rabu, 20 Februari 2019, kemarin. “Di persidangan pertama, kami, saya sebagai pelapor tidak dihadirkan dipersidangan. Tidak ada dari pihak kami, tidak diberitahukan juga sudah disidang. Tetapi mereka tetap menggelar sidang. Saya dikasih tahu ada teman pengacara kami bahwa sidang pertama sudah digelar,” ungkap Ernita.

Sejak sidang pertama itu, Ernita dan keluarganya tidak mau kecolongan. Hadir tepat waktu dan aktif menanyakan jadwal persidangan berikutnya dan agendanya.

Nah, di persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan, yang digelar di Pengadilan Negeri Sungailiat, pada Rabu, 06 Februari 2019, dilakukan tanpa kehadiran Ernita dan Renhad dan pihaknya.

Pada, minggu sebelumnya, persidangan ditunda lantaran JPU menyatakan belum siap membacakan tuntutannya. Jadwal persidangan dilakukan setiap Rabu, pukul 09.00 WIB pagi.

Dia mengatakan, ada persekongkolan busuk yang dilakukan pejabat Lapas dengan Jaksa dan Hakim yang menyidangkan perkara anaknya.

Sejak masuk ke tahap persidangan, lanjut perempuan yang karena memperjuangkan keadilan bagi anaknya itu kini pindah sebagai Guru Biasa di SD Negeri 28 Sungailiat itu, dirinya sudah melihat adanya gelagat yang tidak fair dari aparat penegak hukum terhadap kasus yang ditimpakan kepada anaknya.

Setiap kali persidangan, Ernita bersama kuasa hukumnya Bujang Musa selalu hadir dalam persidangan. Setelah menunda persidangan minggu lalu, Majelis Hakim menjadwalkan persidangan pada Rabu (06/02/2019). “Biasanya pagi, sekitar jam Sembilan ataujam sepuluh,” ujar Ernita.

Nah, sejak pagi hari Ernita dan Kuasa Hukumnya sudah tiba di Pengadilan Negeri Sungailiat untuk mengikuti persidangan. Gelagat buruk kian terasa, lanjut dia, tatkala persidangan tak kunjung dimulai. Hingga jam empat sore lebih.

“Dikarenakan menunggu, dan kami tak dipanggil-panggil mulai sidang, kami duduk di depan kaca, di depan ruang persidangan. Hingga pukul empat sore lebih,” ungkap Ernita.

Masih menunggu persidangan, di saat jadwal sidang kasus-kasus lain sudah selesai. Ernita dan kuasa hukumnya berharap aka nada pemanggilan atau informasi penundaan, karena hari sudah sore.

“Ruang sidang yang lain sudah tutup. Sudah selesai mereka semua. Sudah dikunci. Kami kaget, tak tahunya di ruang sidang yang akan kami ikuti, tiba-tiba sudah digelar persidangan dengan pembacaan tuntutan terhadap anak saya. Tidak lama, cuma sebentar. Begitu melihat itu, kami segera berlari ke dalam. Dan mereka sudah membubarkan diri. Saya teriak-teriak, mengapa bersidang diam-diam, eh Jaksa dan Hakim serta sipir si penganiaya anak saya melarikan diri dari ruang sidang,” ungkap Ernita.

Diteriaki oleh Ernita, Jaksa Ary Pratama, hanya menyahut, bahwa sudah selesai dibacakan tuntutannya. “Silakan ikuti saja persidangan selanjutnya. Begitu jawabnya, sambil mereka lari dari ruang sidang,” tutur Ernita.

Persidangan fiktif dan diam-diam itu hanya diikuti Majelis Hakim yang terdiri dari Oloan Exodus Hutabarat sebagai Ketua, Hakim Anggota Joni dan Hakim Anggota Andini. Sedangkan JPU adalah Ary Pratama, dengan pihak terdakwa dari sipir penganiaya.

“Hanya mereka saja yang bersidang. Kami yang menunggu persis berada di depan kaca ruang sidang, didiamkan dan tidak dipanggil. Tidak diberitahu. Kami di situ loh sejak pagi sampai sore. Tidak kemana-mana,” ujarnya.

Ernita menekankan, dia menggugat sipir yang melakukan penganiayaan berat terhadap anaknya Renhad Hutahaean di Lapas. Namun, dalam beberapa kali persidangan, si pelaku penganiayaan yang sudah mengakui perbuatannya, dilindungi oleh Jaksa, dan selalu mengarahkan bahwa pasal yang dikenakan adalah penganiayaan ringan.

Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Sesjamwas) Tony Tribagus Spontana berjanji akan memeriksa jaksanya itu. “Akan kami monitor dan akan ditindaklanjuti,” ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta ini.(Jft/SinarkeAdilan))

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...