22 July 2018

Pengacara Fredrich Yunadi Tuding Komisi Pemberantasan Korupsi Berniat Jahat

KONFRONTASI -  Usai pemeriksaan pagi (13/1) tadi, Pengacara Fredrich Yunadi menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berniat membinasakan profesi advokat karena menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka menghalangi proses pengadilan di kasus Setya Novanto. Padahal, kata dia, profesi advokat tidak bisa dituntut secara perdata atau pidana.

Menanggapi hal itu, juru bicara KPK Febri Diansyah meminta masyarakat tidak melakukan generalisasi pada profesi advokat. Sebab banyak juga advokat yang menjalani profesinya sesuai etika.

"Sehubungan dengan pernyataan FY (Fredrich Yunadi) tadi yang mengesankan seolah proses hukum ini menyerang advokat, maka Kami mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat," kata Febri melalui pesan singkat, Sabtu (13/1).

"KPK mengetahui banyak sekali Advokat yang ketika menjalankan profesi dengan itikad baik, sesuai dengan etika profesi dan tidak berupaya menghalang-halangi penegak hukum dalam bekerja," sambungnya.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu kembali menegaskan, apa yang dilakukan KPK sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Fredrich diduga melalukan pelanggaran pasal 21 dalam UU Tipikor.

"Karena sebagai pihak yang paham hukum, perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi jelas sekali ada ancaman pidananya di Pasal 21 UU Tipikor," tandasnya.

Diketahui, Fredrich telah resmi di tahan oleh KPK. Penahanan itu dilakukan usai proses pemeriksaan selama 10 jam dari pukul 00.00 hingga 10.52 WIB tadi.

"Saya seorang advokat saya melakukan tugas dan kewajiban saya pak Pakya Setya Novanto. Saya difitnah, katanya melakukan kelanjutan pasal 16 UU 18 tahun 2003 tentang Advokat, sangat jelas kata advokat tidak bisa dituntut baik secara perdata maupun pidana," kata Fredrich usai pemeriksaan di. Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).(Jft/Merdeka)

Category: 
Loading...