17 February 2020

PDIP: Sri Mulyani itu Politisi, Bukan Teknokrat. Sri Barter Gedung Baru DPR Dengan Anggaran Pesta Bank Dunia

KONFRONTASI- Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menegaskan Menkeu Sri Mulyani itu politisi, bukan teknokrat, bukan pakar/ahli. Dan karena ada mafia anggaran,  seberapa besar pun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah ditetapkan, tak akan cukup memenuhi program-program pemerintah.

Hal itu menurutnya karena ada mafia anggaran yang bercokol di tubuh DPR dan pemerintah.
PDIP: Sri Mulyani Barter Gedung Baru DPR Dengan Anggaran Pesta Bank Dunia Di Bali
"Lapangan Banteng (alamat kantor Kementerian Keuangaan) juga ikut andil kok. Bappenas juga. Banggar DPR apalagi," ungkap Effendi dalam diskusi bertajuk 'Korupsi E-KTP 2,3 T, Siapa Susul Setnov' di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (29/11).

Para mafia itu kata Effendi kerap menjadikan anggaran yang semestinya digunakan untuk kepentingan rakyat sebagai lahan untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan pribadi dan golongannya.

"Alasan kurangnya ya karena separuhnya sudah dipancal (Bancak) dulu oleh mereka," bebernya.

Contoh konkret dari bancakan itu dilakukan secara terang-terangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berhasil membarter anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk membiayai pesta Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) di Bali dengan anggaran gedung DPR RI baru.

"Selugu-lugunya Menteri Keuangan Sri Mulyani , dia politisi juga, dia bukan teknokrat, dia juga bukan ahli," demikian Effendi. [san]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...