20 June 2018

Ogah Jadi Caleg Gerindra Bila Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

KONFRONTASI - Akar rumput Partai Gerindra menolak wacana duet Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Wacana ini menguat saat Ketua PDIP (nonaktif) Puan Maharani menilai peluang menyandingkan Prabowo sebagai cawapres Jokowi sangat mungkin di Pilpres 2019 mendatang. Pernyataan Menko PMK ini keluar hanya beberapa saat setelah PDIP menyatakan mengusung kembali Jokowi sebagai capres.

"Mungkin saja. Di politik itu nggak ada yang nggak mungkin. Sangat dinamis politik itu," kata Puan menanggapi peluang duet Jokowi-Prabowo, Minggu (25/2).
 
Sejumlah politisi kemudian menguatkan wacana ini. Seperti politik Golkar yang juga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang menyebut bahwa penjodohan Jokowi dan Prbowo bisa menghindari perpecahan yang selama ini terjadi antar kedua pendukung, baik di tataran masyarakat maupun tataran parlemen.

Namun demikian, akar rumput Gerindra menolak wacana ini. Teranyar, Ketua DPP Gerindra Iwan Sumule bahkan dengan keras menyatakan ketidaksetujuannya dengan wacana itu. Dalam penolakannya, dia memilih untuk tidak menjadi calon legislatif dari Gerindra jika Prabowo memilih jadi cawapres Jokowi.

“Jika Pak Prabowo memilih menjadi cawapres Jokowi dan bukan jadi capres 2019, saya memilih tak maju caleg DPRRI Gerindra Jakarta Timur,” ujarnya dalam status terbaru akun Facebook pribadinya, Minggu (4/3).

Iwan menutup status ini dengan tanda pagar (tagar) #2019-08PresidenRIKe8. Artinya, dia mendukung Prabowo untuk maju di Pilpres 2019 dan menang menjadi Presiden ke-8 RI.[ian/rml]

Category: 
Loading...