Novel Yakin Karangan Bunga di Kodam Jaya Dikondisikan

KONFRONTASI-Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin meyakini ratusan karangan bunga yang dikirim ke Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur bukan berasal dari rakyat.

Novel menilai pengiriman bunga tersebut sudah dikondisikan oleh pihak tertentu karena dilakukan serentak pada hari yang sama.

"Contoh konkret jelas kita melihat karangan bunga yang memang hasil bunga karangan yang sudah dikondisikan bisa serentak dan dengan kata-kata yang tidak jauh beda satu sama lain," kata Novel dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).

Novel mengatakan pengiriman ratusan karangan bunga itu sulit diterima akal sehat apabila benar dari rakyat. Terlebih, saat ini kondisi ekonomi sedang sulit karena pandemi virus corona.

"Rakyat saat ini mereka dalam ekonomi sulit malah terlilit utang dari ulah pemerintah sendiri," ujarnya.

Novel lantas menyinggung perhatian pemerintah terhadap prajurit TNI/Polri yang gugur saat menumpas separatisme justru sepi karangan bunga. Namun, sebaliknya karangan bunga justru membanjiri Markas Kodam karena sebatas menurunkan baliho.

"Jadi jelas pengkondisian yang sudah basi yang selalu diulang-ulang dan rakyat sudah cerdas lah," katanya.

Saat dilakukan penelusuran terhadap sejumlah karangan bunga anonim di sekitar Markas Kodam Jaya, ada sekitar 73 karangan bunga tanpa identitas jelas diletakkan dengan maksud untuk memberi dukungan itu.

Apabila memuat identitas pengirim, mereka hanya menuliskan perwakilan dari suatu kelompok tertentu yang tidak dapat dipastikan juga kebenaran dan asal-usulnya.

Misalnya, mereka mengatasnamakan Kaum Milenial Jakarta, Kami yang Rindu Indonesia Damai, Masyarakat Jakarta Cinta Damai, Masyarakat Tangsel Cinta Damai, 'Barengan', Rakyat NKRI Sejati, hingga Kaum Punk Jakarta, Kaum Rebahan hingga Kaum PHK Covid.

Pesan-pesan yang disematkan dalam karangan bunga itu beragam. Mulai dari permintaan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga menumpas kelompok maupun ormas yang dianggap intoleran.

Meski tak jelas untuk siapa sindiran tersebut dikirim, namun beberapa di antaranya justru ada yang menyinggung kelompok tertentu dengan jelas. FPI, misalnya.

"Bubarkan FPI, kami rindu Indonesia yang aman & damai. Hidup TNI Polri," tulis salah satu karangan bunga tanpa identitas pengirim itu.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta (Kapendam Jaya), Letkol Arh Herwin Budi Saputra menyatakan pihaknya tidak tahu menahu terkait karangan bunga yang berjejer di depan Kodam Jaya tersebu.

Ia hanya mengatakan pengiriman bunga harus melalui suatu mekanisme sehingga dapat meletakkannya di depan Mako.

"Mereka akan lapor dulu kepada Makodam ada kiriman bunga, dan Kodam akan menerima. Seperti kiriman paket kan harus ada tanda terimanya, seharusnya teknisnya begitu," kata Herwin.(mr/cnn)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...