2 April 2020

Mesin Politik PDI dan Gerindra di Pilkada Dianggap Paling Buruk

KONFRONTASI-Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun mengatakan, saat Pilkada serentak 2018 ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra memiliki mesin politik cukup buruk.

Pasalnya, kedua partai besar itu hanya mampu memperoleh peringkat terendah pada kontestasi Pilkada yang digelar serentak di 171 daerah.

"Kita boleh menyebutkan PDIP dan Gerindra mesin politiknya terburuk untuk 17 provinsi, karena persentase kemenangannya terkecil," ujar Ubedillah saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018). 

Berdasarkan hasil sementara hitung cepat oleh lembaga survei, PDIP hanya memperoleh persentase kemenangan sebesar 23,5 persen, sementara Gerindra hanya meraih 17,6 persen. PDIP dan Partai Gerindra di urutan terbawah sebagai partai yang meraih kemenangan paling sedikit.

Kata Ubedillah, hal ini menunjukkan kinerja mesin politik Gerindra dan PDIP terbilang cukup dari partai lainnya. Meski dua partai tersebut besar tetap meriah suara besar dari masyarakat.

Sementara, mengenai tingginya hasil suara dari parpol menengah dan kecil, dinilai bisa membuat sebuah bentuk poros baru di Pilpres 2019 mendatang.

"Memunculkan poros baru dari partai penengah, karena mereka tentu memberikan daya jual tinggi memiliki banyak kepala daerah," tukasnya.(mr/snd)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...