15 December 2019

Menkeu Akui Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Berat

KONFRONTASI - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengakui tantangan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini terasa berat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari jatuhnya pertumbuhan ekspor dan impor.

“Pelemahan sejumlah indikator di dalam negeri tak terlepas dari gejolak ekonomi global. Terutama, sejak bank sentral AS, The Fed, mengetatkan kebijakan moneternya dengan mengerek suku bunga acuan. Hal itu kemudian direspons Bank Indonesia (BI),” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Akibatnya, lanjut dia, pertumbuhan kredit pada enam bulan pertama tahun ini agak tertahan, meskipun masih lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan pada semester I meningkat 9,92 persen secara tahunan atau melambat dibanding tahun lalu, yakni 10,75 persen.

“Belum lagi, persoalan perang dagang antara AS dan China yang membuat kinerja ekspor Indonesia kian tidak maksimal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa total ekspor pada semester I 2019 di angka US$80,32 miliar atau terjun 8,57 persen dibanding tahun lalu, yakni US$87,86 persen,” sebut dia.

Sementara itu, masih menurut Menkeu Sri Mulyani, kinerja impor juga melorot 7,63 persen di waktu bersamaan. Itu pun, lanjut dia, karena aktivitas ekspor di negara lain juga lesu.

“Ini makanya di dalam enam bulan pertama, kami masih melihat momentum. Tetapi kami juga harus mulai waspada,” pungkasnya.(jft/BeritaBuana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...