Megawati Tak Layak memimpin PDIP. Jokowi atau Puan Lebih Pantas, demikian survei

KONFRONTASI- Survei sebut Jokowi lebih pantas pimpin PDIP ketimbang Megawati. Wajar jika Jokowi melawan hegemoni Megawati. Wacana pencalonan Joko Widodo sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat panas suasana di kandang Banteng. Isu ini sebaiknya dihentikan, daripada menjadi bola liar yang membuat perpecahan semakin dalam.
Hasil survei Poltracking Indonesia yang menyebut keturunan Soekarno tidak layak memimpin PDIP untuk lima tahun ke depan, dan itu disinyalir atas pesanan dari internal partai itu. 

Diketahui, Poltracking Indonesia kembali merilis survei penilaian dari pakar dan opinion leader terkait pergantian ketua umum PDI Perjuangan. Hasilnya tiga nama yang merupakan keturunan Soekarno tidak direkomendasikan memimpin partai PDIP untuk lima tahun ke depan.

Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, ketiga nama itu adalah, Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri dan Prananda Prabowo.

"Berdasarkan pendapat pakar/opinion makers pada survei ini, Puan Maharani (25,04%), Prananda Prabowo (17,64%) dan Ketua Umum incumbent Megawati (16,91%)," kata Hanta saat merilis hasil survei di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo masuk dalam bursa ketua umum partai berlambang banteng mocong putih ini. Dan beberapa elite partai tersebut juga masuk ke dalam bursa persaingan.

"Dalam survei ini ada sembilan nama kader yang muncul. Ganjar Pranowo, Hasto Kristianto, Joko Widodo, Maruara Sirait, Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo," kata Hanta 

Pengamat politik Universitas Bung Karno (UBK) Teguh Santosa menegaskan, seluruh pihak khususnya internal PDIP harus bisa menjaga diri. Tidak perlu cawe-cawe bicara soal pencalonan Joko Widodo sebagai ketum dalam Kongres IV PDIP pada April mendatang di Bali.

"Internal PDIP sebaiknya jangan banyak omong, tahan dirilah. Jangan benturkan Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati," tandas Teguh, Rabu (25/3/2015).

Untuk saat ini, lanjut Teguh, positioning politik Megawati di kandang Banteng adalah yang terkuat. Dirinya merupakan tokoh sentral, pemersatu dan paling disegani. Selama memimpin PDIP, Megawati juga mampu menorehkan sejumlah keberhasilan. Khususnya dalam menetapkan keputusan politik yang strategis dan substansial.

"Suka atau tidak, kenyataan berbicara bahwa Bu Mega masih yang terbaik. Beliau tokoh pemersatu dan paling disegani. Beliau juga mampu membesarkan PDIP sehingga bisa menjadi juara dalam Pemilu 2014, sekaligus Pilpres 2014. Ini prestasi bersejarah lho. Jadi, masih pantas dan layak saja kalau Ibu Mega dipercaya memimpin PDIP," tegasnya.

Kalau memaksakan Joko Widodo maju dalam bursa ketum PDIP, lanjutnya, dikhawatirkan bisa menjadi blunder politik. Kalah ataupun menang bagi Jokowi, bakal berdampak negatif untuk PDIP.

"Sebaiknya jangan obok-obok Presiden Jokowi. Biarkan beliau fokus memimpin negara. Berikan kesempatan Pak Jokowi untuk merealisasikan ide besarnya dalam membangun Indonesia," paparnya.[yha]

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...