KPK Banyak Lakukan Penggeledahan, Khofifah Diminta Mutasi Pejabat ‘Warisan’ Soekarwo

Konfrontasi - Marak penggeledahan pejabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diminta segera melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Mutasi ini dipandang perlu dilaksanakan untuk mendukung kinerja yang telah diprogramkan Khofifah-Emil.

“Mayoritas pejabat SKPD Pemprov Jatim sekarang ini adalah warisan kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Bukan berarti mereka (pejabat tunjukan Soekarwo) tidak layak, tetapi program-program kerja Khofifah tidak akan berjalan mulus bila tidak didukung oleh orang-orang pilihannya sendiri,” kata Dewan Penasehat Pemuda Demokrat Jawa Timur, Budi Harjanto di Surabaya, Jumat (09/08/2019).

Menurut Budi, para pejabat dan mantan pejabat yang belakangan ini digeledah KPK merupakan ‘orang’ Pakde Karwo (Soekarwo). Para pejabat ‘kader’ Pakde Karwo itu kini banyak menempati posisi strategis di Pemprov Jatim.

“Sebelum massa jabatan sebagai gubernur habis pada 12 Februari 2018, Seokarwo melakukan beberapa kali mutasi besar. Terakhir adalah mutasi sebanyak 1.017 pejabat eselon II, III dan IV pada 30 Nopember 2018,” katanya.

Maraknya penggeledahan yang dilakukan KPK terhadap para pejabat ‘warisan’ Soekarwo ini, lanjut Budi, tentu akan mengganggu jalannya perintahan Khofifah-Emil.

“Ya pasti terganggu. Penggeledahan KPK pada pejabat dan mantan pejabat ini bisa ngerusak imej pemerintahan Khofifah di mata publik. Kami menilai Khofifah perlu melakukan mutasi besar-besaran,” ujar Budi.

Diketahui, dalam sepekan terakhir, KPK melakukan penggeledahan kantor dan pejabat di Pemprov Jatim.

Pada Rabu 7 Agustus 2019, KPK menggeledah kantor Dishub Jatim, rumah Kadishub Fatah Jasin dan rumah mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi.

Kemudian esok harinya, 9 Agustus 2019, KPK menggeledah kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jatim itu.

Dan hari ini, Jumat 9 Agustus 2019, KPK juga menggeledah kediaman mantan Kepala Bapeda Jatim Zainal Abidin dan rumah mantan seorang Kabid Bapeda Jatim Budi Juniarto. (lnsindo/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA