Ketua Partai Demokrat Batam Bantah Diminta Rp25 Miliar

Konfrontasi - Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan membantah mundur dalam pencalonan Kepala Daerah Daerah Provinsi Kepri karena Partai Demokrat memintanya uang mahar Rp25 miliar.

"Enggak tahu saya, ke saya tidak ada permintaan uang dari partai kepada saya apalagi Rp25 miliar, itu tidak benar. Saya ini kader partai," kata Ahmad Dahlan yang juga Wali Kota Batam, Kamis (18/6).

Namun, sebagai kader Partai Demokrat, ia mengaku tidak tahu jika partai meminta mahar kepada bakal calon kepala daerah lain.

"Pokoknya partai tidak minta apa-apa. Enggak tahu kalau ke calon lain. Lagian, di UU boleh enggak ya," kata dia.

Dalam kesempatan itu Ahmad Dahlan menegaskan dirinya masih berniat untuk maju sebagai calon gubernur, meski belum ada kepastian dari partai pendukung.

Ia juga membantah isyu yang menyebutkan dirinya gagal mencalonkan diri dan urung mendampingi Muhammad Sani, calon gubernur petahana.

"Isyu itu tidak benar. Saya tetap calon wakil gubernur, bukan gubernur," kata Ahmad Dahlan.

Sayang, ia enggan memastikan apakah tetap berpasangan dengan calon gubernur petahana Muhammad Sani atau mencari figur lain.

"Pencalonan kan belum buka, sejauh ini belum ada yang 'conform', sekarang belum ada calon gubernur dan wakil gubernur di Kepri, yang ada baru kasak-kusuk dan sosialisasi," kata dia.

Ia pun masih melakukan komunikasi politik dengan semua calon kepala daerah, termasuk Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo dan Ketua Partai Golkar Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Nurdin Basirun.

Di luar partai, Ahmad Dahlan mengaku sudah melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat.

"Saya kasak-kusuk juga, melakukan sosialisasi. Persiapan yang sudah dilakukan administrasi, sosialisasi, tapi tidak menggunakan fasilitas kantor," kata dia. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...