Kecurangan, Fitnah, Propaganda Bohong Jalan Menuju Indonesia Dibawah Telapak Kaki Cina

Oleh:  Mayjend (purn) Chairawan Nusyirwan

 

 

Dua media Australia 'The Age' dan 'Sidney Herald Morning' memuat berita dari kabel rahasia Scott Marciel Dubes AS di RI yg dibocorkan Wikileaks.
Marciel melaporkan ke Menlu AS ttg dugaan korupsi & abused of prower oleh SBY

Di pemberitaan The Age dan SHM disebutkan Marciel menuduh Presiden SBY telah menerima uang dalam jumlah besar dari konglomerat Tionghoa. Nama2 penyuap juga dicantumkan oleh kedua media australia itu.

SBY juga dituduh menggunakan BIN utk memata2i lawan politiknya
Presiden SBY juga dituduh Marciel telah menyalahgunakan kekuasaan dengan menghentikan penyidikan dugaan korupsi Taufik Kemas, ketua MPR saat itu. 
SBY membantah keras dan menyebut laporan Dubes AS itu sebagai fitnah keji.
SBY kemudian menelpon Obama
Masalah pun selesai.

Publik menganggap masalah laporan Scott Marciel Dubes AS di Jakarta kepada Menlu AS sdh selesai. Namun, diduga pengungkapan bocoran Wikileaks oleh dua media australia itu adalah "decoy" atau umpan agar SBY tunduk patuh memenuhi permintaan AS terkait Pilkada Jakarta 2012.

Menunjuk bocoran Wikileaks 15 Maret 2007, AS sdh menyetujui usulan China utk melakukan sekulerisasi umat islam Indonesia. AS dan China juga sdh setuju usulan agar walikota Solo disiapkan utk jadi presiden RI mendatang.

Pejabat2 AS mulai level Konjen seperti Stanley Harsja, level dubes Ralph Boyce hingga menlu: Condolliza Rice - Hilary Clinton bolak balik temui walikota Solo dlm rangka mempersiapkan beliau menjadi POTRI: President of The Republic Indonesia.
Karena Presiden SBY bukan sekutu Partai Demokrat (obama/clinton) melainkan sekutu Partai Republik AS, "kerjasama dan dukungan" SBY thdp rencana AS-China sulit didapatkan tanpa ada "tekanan". 
Pemberitaan The Age dan SHM menjadi alat penekan Obama agar SBY mau bekerjasama.
Terbukti tekanan Obama terhadap SBY manjur.

Pada Pilkada Jakarta 2012, Presiden SBY meski menjagokan Foke-Nara namun tdk berbuat apapun utk mencegah kemenangan Jkwi-Ahok. Malah SBY ikut dukung pencitraan Jokowi dgn memesan ESEMKA dan suruh menteri rame2 pesan ESEMKA bodong itu.

Kecurangan, fitnah, propaganda bohong kubu cebong dibiarkan saja oleh rezim SBY. Bahkan korupsi2 kandidat pilgub DKI Jakarta yg telah dilaporkan ke aparat dicegah SBY utk diproses lebih lanjut.

SBY penuhi permintaan AS dan China utk memenangkan kandidat proxy Aseng - Asing itu.

Tak lama setelah jadi Gubernur, Jkw ditemui Dubes Scott Marciel 9 Jan 2013 di Balaikota. Scr resmi kunjungan tsb adalah "Courtessy Visit". 
Sebenarnya, menyampaikan rencana selanjutnya utk sang gubernur: running to President Election 2014 .
"SBY promised to support us"

Seminggu kemudian, 16 Januari 2013 Marciel temui SBY. Bawa pesan POTUS Obama: AS minta jaminan SBY agar sang proxy dpt dipastikan jadi POTRI pada election 2014. 
Marciel juga sampaikan undangan Obama ke SBY utk datang ke White House Mei 2013.
SBY kembali ulangi komitmennya

Sekarang mungkin hanya kodok yg ga tahu bagaimana luar biasanya pengaruh intervensi konspirasi global terutama AS pada pilpres negara lain termasuk RI.

Setelah kembali dari AS, SBY memastikan memanggil @MuhaminIskandar Ketua Umum PKB untuk mengupayakan agar PKB menjadi salah satu partai islam yang bergabung dalam koalisi partai pengusung Jokowi.
Agar resistensi umat islam tdk jadi penghalang kemenangan Jkw.

Dapat dibayangkan jika PKB tdk ikut koalisi dukung Jokowi dari tahap awal, cak imin sdh lama jadi target @KPK_RI utk dijebloskan ke Bui.
Dugaan korupsi2 Imin diamankan berkat patuhi saran SBY.

Belum lengkap bukti korelasi korupsi EKTP dan hilangnya 72 juta keping blanko EKTP 2012 lalu dgn rencana SBY-China-AS memenangkan Jokowi di pilpres 2014. 
Mudah2an tahun depan informasinya sdh masuk semua.

Pada korupsi EKTP, penyidikan @KPK_RI dan perhatian rakyat diarahkan ke titik yg salah. 
Esensi korupsi EKTP bukan pada suap menyuap. Itu mah receh

KPK - rakyat sedang menari di irama gendang pihak lain.
72 juta keping EKTP dan database 172 juta pemegang eKTP adalah kunci.

Kembali ke Taufik Kemas. Beredar dugaan di kalangan terbatas. Kematian beliau erat kaitannya dgn status beliau sbg penerima dan penyampai pesan SBY kepada Megawati

Pesan itu dan TK sbg sumber pesan bocor.
Beliau wafat 3 hari setelah sampaikan pesan SBY ke Mega.

Paman Mega, JMS adalah orang yg paling mengetahui misteri di balik semua ini. 

Atau mungkin juga JMS tdk sadar bahwa dia tahu.
Kalau gitu, tanya Mega aja deh wkwkw

Banyak bukti bahwa SBY membantu Jokowi menang 2014, namun harus kita pahami sbg keterpaksaan krna tekanan AS-China

Perolehan suara partai2 islam dikatrol SBY.

Menilai SBY tdk bisa hitam putih
Harus komprehensif agar objektif

Bantuan SBY mendongkrak suara partai islam dan menggerus suara PDIP di pemilu 2014, ketahuan sama LBP-AMHP. 
Mereka khawatir SBY akan berbuat sama di Pilpres 2014.
Mrk khawatir SBY khianati Jokowi.

Mrka tdk tahu SBY-Obama/Clinton sdh saling sepakat.
SBY jago simpan rahasia.

Jika ingat kasus penangkapan Danramil Gambir, kontroversi siaran pers TNI dan pemecatan Kasad Jend Budiman pada tahun 2014 lalu.

Semua itu ekses dari manuver LBP-AmHP yg khawatir SBY ingkar janji menangkan Jokowi.

Sdh begitu luar biasa pencitraan Jokowi, luar biasa dana, luar biasa dukungan media, dukungan KG, dll

Tapi aneh bin ajaib, @prabowo ternyata masih unggul dari Jokowi 

Prabowo 54%
Jokowi 46%

Maka terpaksalah SBY membiarkan kecurangan Pilpres 2014.
Jateng, Jatim, Papua.

Data Cikeas Center yg mentabulasi dan rekapitulasi hasil suara dari seluruh TPS di Indonesia melalui Babinsa-TNI yg sempat 18 menit dipublikasikan terbatas, terpaksa ditarik kembali

Prabowo 54%
Jokowi 46%

KPU jungkir balik merekayasa hasil perolehan suara.   *supaya
Jokowi menang!

Ketua KPU Husni Malik mendadak wafat ketika mendesak audit investigasi hasil pilpres 2014.
Dia menuntut sesuatu yg super sensitif. Dia off side.

Pilpres dan pemilu 2019 akan tak bermakna bila 72 juta keping blanko ektp yg hilang tdk ditemukan

Suara rakyat dibajak penjahat
Pemenang pemilu dan pilpres 2019 adalah pihak pengguna 72 juta keping blanko ektp.
Rakyat digiring melihat ke arah yg salah

#Waspadalah !!!#

Asumsi kedepan : dengan elektabilitas Jokowi hanya 31%, beliau pasti kalah pilpres 2019

Mudah2an Jkw nanti tdk membiarkan stafnya mencurangi pilpres dan ikhlas menerima kekalahan

Vox pupoli vox Dei

Semoga Jkw dan SBY rela bersikap negarawan ketika hasil pilpres 2019 di luar prediksi mereka.
Demikian jg dg LBP dan AMHP.

Hayo Umat Pribumi Yang Mayoritas Di Negeri ini,  Allah SWT sdh Memberi Jalan...Memberi Contoh melalui 411 212 dll utk bersatu melawan... menggagalkan rencana Konspirasi Global Asing Aseng Yahudi terhadap Negeri ini atau kita bersatu-padu tahun *2019 Harus Ganti Presiden 
Pilihlah Presiden yg Berani, Pintar yg ber IQ 152, dan menguasai Berapa bahasa Asing serta Cinta Indonesia

Salam

Mayjend (purn) Chairawan Nusyirwan
mantan Deputi BIN

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...