18 August 2018

Disebut Jubir JK Sedang Korslet, Ini Respon Rizal Ramli

KONFRONTASI- Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah, membalas pernyataan ekonom Rizal Ramli, yang menyebut JK sebagai orang yang berbahaya. Husain mengaku cukup mengenal Rizal Ramli. Apalagi keduanya berada dalam satu grup WA dan kerap bertegur sapa.

"Cuma kadang-kadang abang saya itu, biasa korslet. Menyebut Pak JK berbahaya atau pemerintahan Jokowi bisa jatuh, itu beliau lagi korslet," kata Husain kepada VIVA, Sabtu 21 Juli 2018.

Diakuinya, Rizal Ramli sebenarnya adalah orang yang sangat pintar dan kritis. Ia mendoakan agar mantan Menko Kemaritiman itu terus sehat

"Termasuk sehat dalam memberikan pemikiran dan gagasannya karena saya tahu beliau orang cerdas dan kritis," kata Husain.

Sayangnya, lanjut Husain, kritik Rizal Ramli dengan menyebut JK berbahaya, justru tidak mencerminkan kritikan yang berkelas.

"Terus terang saya kaget baca komentarnya. Karena saya yakin bukan kelas abang saya bicara warung kopi seperti itu," kata Husain.

Respon Rizal Ramli

Menanggapi pernyataan Jubir JK tersebut, Rizal Ramli tidak tersinggung bahkan mengatakan Uceng, panggilan akrab Husain, sebagai jurubicara paling canggih. 

“Korslet itu justru bagus,” kata Rizal Ramli dalam twitnya pagi ini (Minggu, 22/7). 

“Ibarat sekering. Kalau sekering gak putus (korslet) malah kebakaran,” sambungnya. 

Korslet atau biasa juga disebut korsleting berasal dari bahasa Belanda, kortsluiting, yang secara harafiah berarti hubungan pendek. 

Ini adalah fenomena di dunia kelistrikan yang terkait dengan daya tahan listrik yang sangat kecil. Korslet menjadi momentum singkat yang sangat menentukan ketika terjadi gangguan atau bahkan kegagalan dalam mekanisme kerja kelistrikan.

Ia bermakna sebagai warning dan tanda bahaya. Namun bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran hebat. 

Salah satu langkah yang sering disarankan untuk mencegah korslet adalah dengan tidak menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Hal lain yang juga kerap disarankan adalah memastikan tidak ada kabel listrik yang terkelupas dan terbuka sehingga bisa berbahaya bila bersentuhan dengan benda atau zat lain seperti air yang berfungsi sebagai pengantar listrik yang efektif. 

Dengan pemahaman korsleting seperti itu, dapat dipahami bila Rizal Ramli malah berterima kasih kepada Husain dan memujinya sebagai jurubicara yang paling canggih. 

Sebelumnya, Rizal Ramli mengingatkan Jokowi agar menyelesaikan masalah ekonomi dengan baik. Apalagi di sisa masa jabatan 2019.

"Kami tidak ingin pak Jokowi jatuh di tengah jalan. Kita ingin selamat sampai 2019. Kenapa? Kalau pak Jokowi jatuh, yang naik pak Jusuf Kalla. Lebih berbahaya lagi."

Rizal menyebut, Jusuf Kalla sebagai kelompok peng-peng. Istilah itu, kata dia, merujuk pada seorang pengusaha yang juga merangkap sebagai penguasa.

"Pengusaha merangkap penguasa. Jadi, lebih berbahaya lagi," katanya.

Menurut Rizal, pendapatnya itu juga sudah disampaikan kepada kader Partai Demokrat yang ikut mendampingnya saat menjenguk Susilo Bambang Yudhoyono.
 
"Maka saat ini, kita harus sabarkan lagi, ikut kompetisi yang demokratis untuk 2019," ujar Rizal yang juga selalu gamblang mengaku ingin menjadi capres tersebut.(ff)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...